Categories: Ekonomi Bisnis

Sandi Bantu Ratusan Petani Berjualan Sayur Online

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pandemi virus corona membuat aktivitas publik terbatas. Di sektor pangan, pandemi cukup berdampak terhadap rantai distribusi komoditas strategis seperti hortikultura.

Patut dipahami karena akses petani maupun konsumen ke pasar induk atau ke pasar tradisional sudah sangat terbatas. Permintaan dari hotel dan restaurant pun nyaris nol.

Seorang tokoh petani muda milenial asal Cianjur, Sandi Octa Susila, yang bermitra dengan sekitar 385 petani memutuskan untuk melakukan penjualan secara online. Tujuannya tak lain untuk menjembatani para petani dan konsumen.

Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) untuk senantiasa menggandeng pelaku usaha bisnis pertanian berbasis teknologi informasi (startup) dalam upaya pemasaran komoditas hasil pertanian. Sandi menggandeng salah satu startup digital e-commerce di sektor pertanian, Kedai Sayur Indonesia dan tentunya Kementerian Pertanian dalam hal ini Direktorat Jenderal Hortikultura.

"Kami tetap berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengakomodasi hasi panen petani. Lewat penjualan online, kami juga sekaligus mendukung instruksi pemerintah (physical distancing)," ujar Sandi melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (25/4).

Dengan cara online, lanjutnya, masyarakat cukup berdiam di rumah kemudian sayuran akan diantar. Sandi memaparkan, Kedai Sayur Indonesia per kemarin resmi melaunching aplikasi berbasis android bernama Kedai Tani Indonesia.

Via aplikasi tersebut, masyarakat bisa bertransaksi aneka sayur mayur serta kebutuhan pelengkap lainnya di bidang pertanian. "Alhamdulillah, kami sudah mendapat restu dari Kementerian Pertanian c.q. Direktorat Jenderal Hortikultura," katanya.

"Jika Layanan penjualan produk hortikultura berhasil dilakukan dengan aplikasi ini, maka akan segera dilakukan Grand launching oleh Kementan untuk seluruh Pasar Tani di Indonesia," tuturnya.

Untuk menjamin keseragaman kualitas produk yang dipasarkan, Kedai Sayur Indonesia menggagas penyelenggaraan bimbingan teknis. "Fokusnya soal penanganan pasca panen produk dan tata cara distribusi untuk pengelola Pasar Tani seluruh Indonesia," tambah Ahmad Supriyadi Founder Kedai Sayur Indonesia.

Sementara, Dirjen Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto menyambut baik semangat anak muda seperti Sandi. Terutama untuk fokus untuk membantu pemasaran produk hortikultura. "Saya harap anak-anak muda lainnya bisa mengikuti jejak Sandi," ujar Prihasto.

Anton-sapaannya- yakin skema penjualan online bisa membantu para petani secara signifikan. Pantauannya di lapangan, kebutuhan komoditas pertanian, khususnya komoditas hortikultura meningkat signifikan.

"Permintaan pasar modern berkali-kali lipat ya. Ini tentu tantangan sekaligus peluang bagaimana sektor pertanian harus berada di garda terdepan di masa pandemi seperti sekarang, sebagaimana arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL)," ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura Kementan, Yasid Taufik. Yasid berharap penjualan dan distribusi hasil hortikultura yang berkualitas dari petani ke konsumen bisa dilakukan dengan baik.

"Harganya wajar, standar kualitas produknya bisa dipertanggungjawabkan," pungkasnya.

Sumber: JawaPos.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

5.000 Mangrove Ditanam di Desa Penyengat Pesisir Siak, Warga Bergerak Sebelum Abrasi Makin Parah

Warga Penyengat, Siak, menanam 5.000 mangrove secara swadaya untuk melindungi pesisir dari abrasi dan menjaga…

7 jam ago

Pamit Keluar Rumah, Gadis 19 Tahun di Pekanbaru Tak Bisa Dihubungi

Tsabita Salsabila, 19 tahun, dilaporkan hilang di Pekanbaru. Ponselnya terakhir terdeteksi di Jalan Swakarya setelah…

7 jam ago

Gempa M7,7 Hantam NTT, 20 Orang Meninggal dan 2 Masih Tertimbun

Gempa M7,7 mengguncang NTT dan menewaskan 20 orang. Enam warga luka-luka dan dua lainnya masih…

7 jam ago

Mobil Konsumen Terbakar Saat di SPBU Pelalawan, Pertamina Amankan Lokasi dan Periksa CCTV

Kendaraan konsumen terbakar di SPBU Bandar Petalangan, Pelalawan. Pertamina menghentikan operasional sementara dan masih menyelidiki…

8 jam ago

SMAN 1 Bangkinang Juara HSBL 2026, SMAN Plus Riau Takluk 60-45 di Final

SMAN 1 Bangkinang kembali juara HSBL 2026 Seri Bangkinang usai menaklukkan SMAN Plus Riau dengan…

8 jam ago

3 Hektare Lahan Gambut di Kampar Terbakar, Petugas Masih Berjuang Padamkan Api

Tiga kebakaran lahan terjadi di Kampar hingga Sabtu sore. Petugas gabungan masih menangani lahan gambut…

9 jam ago