Categories: Ekonomi Bisnis

Cegah Angka Kematian Ibu dengan Fasilitasi Bidan Banyak Pelatihan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Ari Kusuma mengatakan, pemerintah saat ini fokus menurunkan angka stunting. Di mana pemerintah menargetkan 14 persen pada 2024.

Hal ini dikatakan Ari dalam Rapat Kerja Kelompok Kerja (Pokja) Keluarga Berencana (KB) Kespro pengurus pusat POGI bersama mitra kerja di Hotel Premier, Pekanbaru, Sabtu (23/7).

Ditambahkannya, rapat kerja dimaksudkan dalam rangka Kongres Obsteri dan Ginekologi Indonesia (KOGI) ke-18 di Pekanbaru.

"Kami bersyukur setelah dua tahun pandemi Covid-19 ini, akhirnya kegiatan ilmiah ini diadakan dalam bentuk offline. Pandemi Covid-19 telah berdampak kepada seluruh sektor kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan sosial yang mengubah tatanan kehidupan kita. Selain itu, perubahan teknologi yang sangat cepat juga memberi dampak mendalam pada kehidupan manusia.  Di sisi lain, teknologi digital ini juga mampu mendorong munculnya inovasi, serta menghasilkan dan tetap menjaga produktifitas," jelasnya.

Disebutkan Ari, tema KOGI ke-18 ini adalah “The Improving of Quality and Competitiveness in the Globalization Era”. Di era globalisasi ini, dengan berbagai kemajuan teknologi, banyak inovasi yang tercipta untuk mendukung layanan kedokteran.

"Kita harus belajar dan terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas kita sebagai tenaga kesehatan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat. Perlu diingat juga pada 2025 akan diberlakukan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) atau pasar bebas ASEAN, di mana dokter asing dapat datang ke Indonesia untuk menawarkan jasa keahliannya. Dokter Indonesia harus meningkatkan kapasitas diri dan menerapkan inovasi sesuai dengan teknologi terkini agar dapat bersaing secara global. Kita harus terus melakukan pembaharuan ilmu dengan mengikuti berbagai kegiatan ilmiah, salah satunya di KOGI ke-18," katanya.

"Kami sangat senang para rekan-rekan dokter dapat meluangkan waktu untuk mengikuti acara KOGI ini dan semoga acara ini dapat memberikan manfaat bagi sejawat, masyarakat, bangsa dan negara Indonesia,"' ujarnya.

Senentara itu, Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN RI dr Eni Gustina menjelaskan rencana yang tepat guna mencegah angka kematian pada ibu semakin meningkat adalah dengan memfasilitasi para bidan lewat berbagai macam pelatihan untuk membantu ibu dan calon ibu mendapatkan pengetahuan, informasi, bahkan bimbingan konseling terkait kesehatan reproduksi, termasuk juga pemakaian alat kontrasepsi.

“Kita membutuhkan pelatihan-pelatihan kepada para bidan untuk diberikan penambahan pengetahuan terkait dengan tidak hanya kontrasepsi, tapi juga sampai dengan kesehatan reproduksi secara komprehensif,” ungkapnya.

Direktur Kesehatan Usia Produktif dan Lanjut Usia Kartini Rustandi mengatakan, Kementerian Kesehatan berupaya mengatasi masalah stunting, atau masalah gizi buruk di seluruh wilayah Indonesia.

"Inovasi dalam upaya pengendalian masalah stunting maupun gizi diperlukan, agar terjadi perubahan yang cukup signifikan dalam pengendalian masalah stunting atau masalah gizi,” ujarnya.

Ketua Panitia KOGI  Pekanbaru Donel S mengatakan, pertambahan jumlah dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan di Indonesia sangat cepat, tetapi pertambahan dokter ini tidak serta merta dapat menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI). Soalnya, faktor yang menjadi penyebab hal ini terjadi di antaranya distribusi dokter yang tidak merata dan belum optimalnya kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat.

"Salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan memberikan  kemudahan bagi dokter asing membuka praktek di Indonesia. Tentunya hal ini menjadi tantangan bagi dokter Indonesia khususnya dokter Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan untuk melakukan perubahan dengan meningkatan kualitas pelayanan kesehatan untuk masyarakat kita," katanya.

Tujuan dan harapan dari kongres ini adalah untuk menambah ilmu serta ketrampilan yang lebih maju demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan wanita Indonesia serta daya saing dokter dalam menghadapi kemudahan masuknya dokter asing tersebut.(eca)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Inggris Percaya Diri Hadapi Fase Gugur, Declan Rice Klaim Timnya Punya Penendang Penalti Terbaik

Declan Rice yakin Inggris memiliki deretan penendang penalti terbaik jelang fase gugur Piala Dunia 2026…

15 jam ago

Resmi Mulai 1 Juli 2026, Harga Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex Turun

Pertamina resmi menurunkan harga BBM nonsubsidi mulai 1 Juli 2026. Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax Turbo…

18 jam ago

BRK Syariah Gandeng SMPN 37 Pekanbaru, Edukasi Keuangan dan Buka Ratusan Rekening SimPel

BRK Syariah membuka 300 rekening SimPel di SMPN 37 Pekanbaru sekaligus mengedukasi siswa tentang pentingnya…

19 jam ago

Buron Kasus Penganiayaan Maut di Rumbai Akhirnya Menyerahkan Diri ke Polisi

Terduga pelaku penganiayaan yang menewaskan seorang pria di Rumbai menyerahkan diri ke Polresta Pekanbaru dan…

20 jam ago

Kolaborasi TSA Unri dan Tanoto Fellow Tingkatkan Numerasi Siswa SD Lewat Permainan Edukatif

TSA Unri dan Tanoto Fellow Riau menghadirkan pembelajaran numerasi berbasis permainan di SDN 57 Pekanbaru…

20 jam ago

Pemko Pekanbaru Jamin Siswa Kurang Mampu Dapat 5 Setel Seragam Sekolah Gratis

Pemko Pekanbaru menyiapkan lima setel seragam dan perlengkapan sekolah gratis bagi 7.000 hingga 8.000 siswa…

20 jam ago