Categories: Ekonomi Bisnis

Buka Investasi Kendaraan Listrik hingga Kawasan Industri Hijau

JAKARTA (RIAUPOS.CO) –  Presiden Joko Widodo mengikuti Major of Economies on Energy and Climate 2021 yang digelar secara virtual, Jumat (17/9) malam. Pertemuan itu bertujuan memastikan bahwa perubahan suhu dunia tidak melebihi satu setengah derajat Celsius. Langkah konkretnya akan dibahas pada pertemuan Conference of Parties (COP26) di Glasgow, November mendatang.

Jokowi merupakan satu di antara sepuluh kepala negara dan pemerintahan yang hadir dalam pertemuan itu. Setiap negara diminta menyampaikan Nationally Determined Contribution (NDC) atau komitmen masing-masing negara yang disampaikan dalam kerangka rencana program dengan tujuan mengatasi perubahan iklim. Fokus pertemuan pada Jumat (17/9) itu terkait dengan transisi ke energi baru dan terbarukan.

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menyampaikan komitmen Indonesia untuk berkontribusi dalam menghadapi situasi darurat perubahan iklim. Dari sektor energi, pemerintah telah mencanangkan transformasi menuju energi baru dan terbarukan.

Selain itu, akselerasi ekonomi berbasis teknologi hijau dilakukan sejak Agustus lalu. "Untuk mewujudkan transformasi ini, kami telah menyusun strategi peralihan pembangkit listrik dari batu bara ke energi baru terbarukan," paparnya.

Langkah lainnya adalah mempercepat pembangunan infrastruktur energi baru terbarukan yang didukung pelaksanaan efisiensi energi. Kemudian, meningkatkan penggunaan biofuel dan mengembangkan ekosistem industri kendaraan listrik.

Jokowi menyatakan, Indonesia telah menargetkan netral karbon (net zero) pada 2060 dengan kawasan percontohan yang terus dikembangkan. "Termasuk pembangunan Green Industrial Park seluas 20 ribu hektare, terbesar di dunia, di Kalimantan Utara," kata mantan gubernur DKI Jakarta itu.

Untuk transisi energi, Jokowi menyebut kemitraan global sangat diperlukan. Sebab, transisi energi bagi negara berkembang memerlukan pembiayaan dan teknologi yang terjangkau. "Kami membuka peluang kerja sama dan investasi bagi pengembangan bahan bakar nabati, industri baterai litium, kendaraan listrik, teknologi karbon, capture and storage, energi hidrogen, kawasan industri hijau, dan pasar karbon," terangnya.

Dia lantas menyampaikan dukungannya terhadap Global Methane Pledge atau ikrar aksi bersama yang bertujuan mengurangi 30 persen emisi metana global pada 2030. Menurutnya, Global Methane Pledge dapat menjadi momentum penguatan kemitraan dalam mendukung kapasitas negara berkembang.

"Presiden Amerika Joe Biden telah mengundang sejumlah negara utama untuk hadir pada pertemuan ini," ucap Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Mahendra Siregar.  "Dalam konteks Indonesia sendiri, penurunan gas metana sudah dicakup di dalam NDC Indonesia yang juga telah di-update dan disampaikan kepada PBB maupun UNFCCC," ungkapnya.(lyn/c18/fal/jpg)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Longsor Terjang Lembah Anai, Jalan Utama Padang–Bukittinggi Tak Bisa Dilalui

Longsor menutup jalur Padang–Bukittinggi di Lembah Anai. Akses dua arah ditutup total sementara demi keselamatan…

11 jam ago

Pendaftaran SMP Negeri Pekanbaru Segera Ditutup, Ribuan Calon Siswa Berebut Kursi

Pendaftaran SPMB SMP negeri Pekanbaru hampir berakhir. Jalur domisili mencapai 98 persen, sementara kuota sekolah…

15 jam ago

APBD Rohul 2025 Terserap 92,87 Persen, Pemkab Kembali Raih WTP ke-10 Berturut-turut

Pemkab Rohul mencatat realisasi APBD 2025 sebesar Rp1,9 triliun atau 92,87 persen dan kembali meraih…

2 hari ago

Dari Semak Belukar Jadi Kebun Herbal, Mahasiswa FK Unri Hadirkan Program Lentera TOGA

Mahasiswa FK Unri mengubah lahan kosong di Teluk Makmur, Dumai, menjadi kebun TOGA produktif untuk…

2 hari ago

Tak Lolos SMAN/SMKN? Disdik Riau Siapkan 2.179 Kursi Gratis Lewat Jalur BOSDA Afirmasi

Disdik Riau mengumumkan 70.616 peserta lulus SPMB 2026. Bagi yang belum diterima, tersedia 2.179 kursi…

2 hari ago

Pemko Pekanbaru Kejar Target, Perbaikan Jalan Rusak Tahun Ini Ditargetkan Tembus Lebih dari 42 Km

Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 km pada 2026, disertai pembangunan drainase…

2 hari ago