Categories: Ekonomi Bisnis

Industri Ritel Kehilangan Rp12 Triliun

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pelaku industri ritel nasional sibuk menaklukkan tantangan berat selama dua bulan terakhir. Sebab, wabah global Covid-19 telah mengikis daya beli masyarakat. Pada masa transisi new normal ini, Kementerian Perdagangan (Kemendag) memotivasi para peritel agar me-restart bisnis mereka.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan bahwa pandemi membuat pendapatan ritel-ritel modern dan pusat-pusat perbelanjaan, khususnya di DKI Jakarta, turun drastis. Kebijakan untuk mengurangi kapasitas maksimal pengunjung di mal dan restoran juga memengaruhi kinerja.

"Penurunan dalam dua bulan terakhir sekitar Rp12 triliun. Di DKI Jakarta ada sekitar 70 pusat perbelanjaan," ujarnya dalam diskusi virtual Kamis (18/6).

Kini pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah mengizinkan pusat-pusat perbelanjaan kembali beroperasi. Tenant-tenant nonpangan di mal sudah kembali buka. Restoran juga sudah melayani makan di tempat alias dine in.

"Protokol kesehatan sangat penting. Harus punya kesadaran dan disiplin tinggi dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan perdagangan, khususnya di ritel-ritel modern dan pusat perbelanjaan," tuturnya.

Agus menjelaskan, Kemendag akan memberikan insentif bagi industri ritel modern untuk mendongkrak konsumsi nasional. "Yang diusulkan seputar perpajakan, penundaan pembayaran kredit, dan insentif lain," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey menuturkan, sebelum pandemi pun, ritel start pada kondisi yang kurang prima. Khususnya di Jakarta. Sebab, ada bencana banjir.

"Harapan kita awal Juli sudah beroperasi normal. Agustus–September biasanya under performed. November–Desember baru meningkat," ucapnya.

Aprindo juga memprediksi ritel secara keseluruhan tumbuh 3–3,5 persen atau turun 50 persen daripada tahun lalu sebesar 8–8,5 persen.

Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatan literasi lewat lokapasar alias marketplace. Hal tersebut dilakukan karena maraknya penjualan buku bajakan secara online. Yang rugi tentu saja penerbit dan penulis.

"Kami akan memberikan subsidi berupa voucher diskon pembelian buku," jelas Kepala Subdirektorat Pemasaran Fesyen, Desain, dan Kuliner Direktorat Pemasaran Ekonomi Kreatif Kemenparekraf Andy Ruswar, Kamis.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Anak Gajah Sumatera Lahir di TNTN Pelalawan, Titiek Soeharto Beri Nama Ganesha

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto meresmikan nama…

31 menit ago

Polsek Sukajadi Amankan Pelaku Pemerasan Bermodus Kencan MiChat

Jajaran Polsek Sukajadi mengamankan pemuda diduga waria berinisial MAA terkait kasus pemerasan dan ancaman kekerasan…

1 jam ago

Sambangi SMKN 4 Pekanbaru, Roadshow Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau Disambut Antusias

Rangkaian roadshow Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau menyambangi SMKN 4 Pekanbaru untuk…

4 jam ago

Dibuntuti dari Pekanbaru, Komplotan Jambret Gelang Emas Rp33 Juta Diringkus Polres Siak

Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Siak meringkus dua dari empat pelaku jambret asal Pekanbaru yang…

2 hari ago

Tembus 2.976 Kasus Malaria dan 1.227 DBD, Pemkab Rohil Galakkan Gerakan Kamis Bersih

Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir mencatat lonjakan kasus DBD dan malaria hingga September 2026, serta…

2 hari ago

Health Talk BRK Syariah dan KPJ Malaysia: Kenali Gejala Awal dan Penanganan Batu Empedu

KPJ Healthcare Malaysia dan BRK Syariah menggelar health talk di Pekanbaru untuk mengedukasi masyarakat mengenai…

2 hari ago