Categories: Ekonomi Bisnis

Aksi Canthelan Sembako Buat Simpati Warga

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — BERAGAM cara dilakukan orang untuk saling berbagi di masa pandemi Covid-19. Ada yang membagikan sembako dari rumah ke rumah, ada juga yang membagikan di jalan. Ada yang unik dilakukan oleh Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) Care dan Kagamahut Riau, yaitu Bakti Canthelan (menggantung).

Panitia Bakti Canthelan Berbagi ke Sesama, Febri Anggriawan Widodo kepada Riau Pos, Senin (18/5) mengatakan, secara bersama-sama menyadari pandemi global yang berimbas pada ekonomi. Berawal dari situ, muncul inisiatif untuk berbagi kepada masyarakat melalui Bakti Canthelan.

"Bakti Canthelan ini perdana di Riau, khususnya Pekanbaru dan sebagai pionir. Sementara untuk daerah Jawa sudah menerapkan. Semoga dengan adanya Bakti Canthelan yang kami lakukan dapat dicontoh atau direplikasi oleh masyarakat lain," tuturnya.

Menurutnya, dengan mencantelkan sembako di depan rumah dan menulis "dapat diambil secara gratis bagi yang membutuhkan", dapat mengurangi penyebaran Covid-19. Sebab, tidak adan masyarakat yang berkumpul dalam aksi ini.

Lebih jauh, Bakti Canthelan dilakukan di dua tempat di Pekanbaru.

"Dilakukan di depan Balai Diklat Kehutanan dan di depan Alam Mayang. Ada 30 sembako yang kami bagikan di setiap titik," terangnya.

Disinggung sampai kapan berlanjut? Febri menjawab, hingga selesai Lebaran. Kemudian, titik Bakti Canthelan masih di dua lokasi.

"Tak hanya itu, Bakti Canthelan pun bisa orang lain menambahkan. Misalnya masyarakat yang dari pasar boleh tambah cabai atau sayuran dan lainnya," ungkapnya.

Wandi, masyarakat yang mengambil sembako canthelan, mengatakan, aksi tersebut sangat membantu. "Alhamdulillah membantu sekali. Sebagai tukang ojek pangkalan, penghasilan saya cukup menurun. Dulu bisa Rp100 ribu per hari. Sekarang cari Rp30 ribu pun susah," terangnya.(ksm)

Laporan: Sofiah (Pekanbaru)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Minyak, Perang, dan Rapuhnya APBN Kita

Konflik Timur Tengah picu lonjakan harga minyak global. Indonesia dinilai rentan akibat ketergantungan impor energi…

21 jam ago

Hotel Aryaduta Pekanbaru Ikut Earth Hour, Padamkan Lampu Demi Bumi

Hotel Aryaduta Pekanbaru ikut Earth Hour dengan aksi padamkan lampu. Kampanye ini ajak masyarakat peduli…

22 jam ago

LPJU Tak Berfungsi, Jalan Sudirman Pekanbaru Jadi Rawan Kecelakaan

Lampu jalan di Jalan Sudirman Pekanbaru banyak tak berfungsi. Pengendara mengeluh karena gelap dan rawan…

22 jam ago

Tak Ada Toleransi, ASN Mangkir Usai WFA Siap Disanksi

ASN Pemprov Riau wajib kembali masuk kantor usai WFA berakhir. Pengawasan diperketat, tak ada toleransi…

22 jam ago

Pemko Pekanbaru Minta Provider Pindahkan Kabel ke Bawah Tanah

Pemko Pekanbaru dorong kabel fiber optik dipindahkan ke bawah tanah. Langkah ini untuk menata kota…

22 jam ago

Truk Tangki Hantam Motor di Minas, Dua Orang Tewas di Tempat

Kecelakaan maut di Minas, Siak, dua pengendara motor tewas setelah ditabrak truk tangki. Diduga truk…

23 jam ago