ILUSTRASI PESAWAT (Kokoh Praba/JawaPos.com)
JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen Hubud) melakukan inspeksi terhadap pesawat jenis Boeing 737 Next Generation (B737NG). Itu dilakukan setelah Federal Aviation Administration (FAA) menyatakan ada keretakan pada bagian bodi pesawat. Dikhawatirkan, keretakan tersebut mengakibatkan kegagalan mempertahankan beban dan hilangnya kontrol pesawat.
FAA telah mengirimkan notifikasi kepada seluruh otoritas penerbangan sipil dunia. Termasuk, Ditjen Hubud. Isinya, meminta seluruh pesawat B737NG diperiksa. Di Indonesia, pesawat jenis itu digunakan oleh maskapai Garuda Indonesia, Lion Air, Batik Air, dan Sriwijaya Air.
â€Kemenhub sangat mengutamakan keselamatan. Karena itu, Ditjen Hubud akan berupaya memastikan keselamatan setiap pesawat yang beroperasi di Indonesia,†ucap Dirjen Hubud Polana B. Pramesti kemarin (15/10). Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) ditugaskan untuk memeriksa B737NG. Pesawat Boeing jenis lainnya pun turut diperiksa.
Direktur DKPPU Avirianto memerintahkan maskapai untuk segera memeriksa pesawat B737NG yang akumulasi jam terbangnya mencapai 30.000 flight cycle number (FCN). Pemeriksaan dilakukan paling lama tujuh hari sejak Airworthiness Directives (AD) Nomor 19-10-003 dari FAA diterbitkan. â€Paling lambat 11 Oktober 2019,†tuturnya.
Sedangkan pesawat dengan jam terbang lebih dari 22.600 FCN diberi kelonggaran maksimal pada 1.000 FCN berikutnya. Selanjutnya, pemeriksaan berulang setelah jam terbang mencapai 3.500 FCN.
Editor : Deslina
Sumber: Jawapos.com
HPT Rohil bersama PMI Pekanbaru berhasil mengumpulkan 150 kantong darah dalam kegiatan donor darah di…
Umri mewisuda 418 lulusan dan terus memperkuat langkah menuju kampus unggul dengan pengembangan fasilitas dan…
Pemko Pekanbaru mulai menerapkan program 1 ASN 1 RW di dua kecamatan dan akan memperluas…
KMP Tirus kembali beroperasi melayani rute Insit-Mengkapan usai baling-baling kapal yang tersangkut jaring selesai diperbaiki.
Dinas Pendidikan Inhil mulai menerapkan Sistem Penerimaan Murid Baru berbasis digital untuk tahun ajaran 2026/2027.
Prof Jimmi Copriady dinilai memiliki rekam jejak kuat dan layak maju sebagai bakal calon Rektor…