Categories: Ekonomi Bisnis

Menko Airlangga Optimis Kuartal II 2021 Perekonomian Tumbuh 7 Persen

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim pertumbuhan ekonomi telah bergerak ke jalur positif pada kuartal II 2021. Meski perekonomian pada kuartal I masih terkontraksi sebesar -0,74 persen, ia yakin di kuartal ke depan, ekonomi bakal tumbuh hingga 7 persen.

“Kita berharap kuartal II masuk ke jalur positif dan diperkirakan pertumbuhannya mencapai 7 persen,” ujar Airlangga dalam konferensi pers dalam jaringan Sabtu (15/5/2021).

Berdasarkan data Kementerian, Airlangga menyebut pertumbuhan ekonomi di berbagai provinsi sudah meningkat ketimbang awal tahun. Secara spasial, pertumbuhan ekonomi di Sumatera telah mendekati titik 0 persen atau -0,86 persen. Kondisi yang sama terjadi untuk Pulau Jawa yang telah mencapai 0,83 persen.

Pertumbuhan ekonomi Kalimantan pun telah membaik ke posisi -2,23 persen. Adapun pertumbuhan ekonomi di Sulawesi telah bergerak ke level positif sebesar 1,2 persen. Pertumbuhan ekonomi secara signifikan bahkan telah terjadi di Papua dan Maluku yang mencapai 8,97 persen.

Indikasi membaiknya perekonomian terlihat dari indeks PMI yang telah meningkat menjadi 54,6. Indeks keyakinan konsumen juga mendekati angka normal di posisi 94 persen. Perbaikan ekonomi pun didorong oleh belanja pemerintah yang tumbuh ketimbang periode yang sama tahun lalu.

“Kemudian beberapa sektor seperti informasi, komunikasi, jasa kesehatan, pertanian, properti, dan industri dengan PPnBM ditanggung pemerintah dan PPN ditanggung pemerintah sudah menuju ke arah positif dan terjadi kenaikan cukup tinggi,” beber Airlangga.

Sektor industri penjualan mobil, tutur Airlangga, telah mengalami peningkatan sebesar 28 persen. Pertumbuhan sektor industri juga dipicu oleh harga-harga komoditas sawit, karet, nikel, dan batu bara yang bergerak naik.

Meski demikian, Airlangga mengatakan pemerintah masih harus mengambil langkah untuk mengantisipasi ancaman gelombang penyebaran Covid-19 pasca-libur Lebaran yang dapat berdampak bagi perekonomian. Salah satunya, pemerintah mewajibkan masyarakat yang kembali ke Jabodetabek untuk mengantongi dokumen rapid tes antigen.

Editor: Eka G Putra

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Resmi! Batas Pelaporan SPT Orang Pribadi Mundur Jadi 30 April

Pemerintah perpanjang batas lapor SPT hingga 30 April 2026. Wajib pajak kini punya waktu tambahan…

6 jam ago

Penertiban PETI, Polisi Musnahkan 9 Rakit di Inhu dan Kuansing

Polisi musnahkan 9 rakit PETI di Inhu dan Kuansing. Pelaku diduga kabur sebelum petugas tiba…

7 jam ago

SPBU Terbatas, Warga Bagansiapiapi Harus Antre Lama Isi BBM

Warga Bagansiapiapi antre BBM hingga 1 jam usai Lebaran. Lonjakan konsumsi picu antrean, pemerintah pastikan…

8 jam ago

Kriteria Diperketat, Penerima Bantuan Pangan di Pekanbaru Justru Meningkat

Pemko Pekanbaru perketat kriteria bantuan pangan, namun jumlah penerima naik jadi 63 ribu KK lewat…

8 jam ago

Jalan Rusak di Pekanbaru, Lubang di HR Soebrantas Bikin Pengendara Waswas

Lubang besar di Jalan HR Soebrantas Pekanbaru membahayakan pengendara. Warga minta segera diperbaiki karena rawan…

9 jam ago

Kebakaran Meluas di Rupat Bengkalis, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api

Karhutla di Rupat Bengkalis meluas hingga 50 hektare. Kemarau, akses sulit, dan minim air jadi…

24 jam ago