hut-ke-40-charriol-rilis-new-st-tropez-watch
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Memasuki tahun ke-40, Charriol semakin berani melahirkan koleksi-koleksi jam tangan dan perhiasan baru yang sesuai dengan trend mode yang berkembang. Charriol juga berkomitmen terhadap kesadaran lingkungan dengan merilis berbagai koleksi forever bertema hewan laut yang sebagian hasil penjualannya disumbangkan kepada organisasi-organisasi dalam upaya menyelamatkan bumi.
Salah satu koleksi yang khusus dirilis menyambut hari Jadi ke 40 Charriol, adalah koleksi best seller Charriol St Tropez yang mencerminkan kemewahan dan pesona permata Côte d’Azur. St Tropez adalah arloji dengan desain yang cocok dengan bakat dan daya pikat brigitte bardot dalam and god greated woman.
Menurut Creative Director and Chairwoman Charriol, Coralie, kenangan paling berharga yang dia rasakan adalah kenangan dangan mendiang ayahnya, anak-anaknya, dan orang-orang yang dia cintai, ketika mereka mengunjungi St Tropez atau mengenakannya di pergelangan mereka. "Karena St Tropez adalah sebuah karya yang tidak pernah mengecewakan dan selalu berkaitan dengan kegembiraan," katanya, Jumat (12/11).
Coralie memilih St tropez sebagai jam tangan ikonik dari charriol dan mendesain ulangnya, dengan tetap menjaga semua elemen terbaik dan menambahkan beberapa setelan. "Saya ingin menanamkan di kepala saya, untuk menemukan kegembiraan dan rasa bebas dalam hal-hal sederhana dalam hidup" imbuhnya.
Koleksi St Tropez yang dirilis tahun ini menurutnya adalah sebagai harapan akan kehidupan yang lebih baik dan joie de vivre setelah setahun terakhir penuh ketidakpastian akibat pandemi dan ini adalah sebuah penyegaran.(anf)
"St Tropez baru yang didesain ulang ini menghadirkan jam tangan klasik yang akan menghadirkan kenangan seumur hidup," tuturnya.
Jam tangan St-TropezTM, jam tangan dengan ciri khas strap cable berbentuk gelang yang terbuka, dan memiliki dua klip dan chain yang unik yang disertai dengan pengaman dan pengait. Semua cable Charriol diproduksi di Swiss terbuat dari baja ekslusif tahan karat dan titanium. Baja ini juga menjalani perawatan hipoalergenik dan melewati 23 tahapan proses produksi yang dikontrol ketat. Proses yang sama yang digunakan dalam industri perangkat medis. Jam tangan St-TropezTM memenuhi standar ketat buatan Swiss.(anf)
Hari pertama Pacu Jalur Rayon II di Tepian Narosa berlangsung meriah. Sebanyak 10 jalur berhasil…
Bupati Kuansing Suhardiman Amby menerima dua penghargaan dari Menteri Agama RI pada pembukaan MTQ Riau…
Mahasiswa ITB Indragiri mengembangkan agroeduwisata melon madu di Rengat. Selain menjadi tempat belajar, lokasi ini…
Pemancing bernama Riki ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Danau PLTA Koto Panjang. BPBD mengimbau…
Hari pertama Pacu Jalur Rayon II di Tepian Narosa berlangsung meriah. Ribuan penonton hadir, sementara…
Pawai taaruf MTQ Riau ke-44 di Teluk Kuantan berlangsung meriah. Sebanyak 17 ribu peserta dan…