Categories: Ekonomi Bisnis

Perlu Regulator Alihkan Polis Jiwasraya ke Asuransi Lain

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Nasib para nasabah PT Asuransi Jiwasraya hingga kini masih simpang siur. Perusahaan asuransi pelat merah itu telah memastikan tak mampu membayar klaim polis senilai Rp 12,4 triliun.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata mengungkapkan, polis nasabah asuransi yang belum jatuh tempo sejatinya masih bisa dialihkan ke perusahaan asuransi BUMN lainnya. "Kalau asuransinya tidak cukup kuat, tidak cukup mampu mempertahankan polisnya, bisa saja dengan persetujuan regulator dialihkan ke perusahaan asuransi lain," ujar dia akhir pekan lalu.

Umumnya, lanjut Isa, dalam bisnis asuransi jiwa maupun asuransi kerugian, polisnya diharapkan tetap berlangsung sesuai dengan kontrak awal hingga masa polis berakhir. Adapun peralihan tanggung jawab pembayaran klaim bisa dilakukan dengan seizin regulator, yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kasus yang dialami Jiwasraya terbilang unik karena memiliki produk saving plan yang lebih fokus pada produk investasi ketimbang proteksinya. Terlebih, polis itu memiliki jatuh tempo setiap tahun.

"Dalam satu tahun pertama pemegang polis sudah bisa break polis," ucap Isa.

Kemenkeu tidak mengalokasikan penyertaan modal negara (PMN) untuk Jiwasraya. Isa menyatakan, penyelamatan Jiwasraya masih terus diupayakan pemerintah.

Dia mengaku bahwa Kemenkeu dan Kementerian BUMN sudah melakukan koordinasi mengenai langkah yang akan diambil. Nanti solusi itu juga diumumkan secara lengkap. Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menyebutkan, persoalan Jiwasraya membawa sentimen negatif. Persoalan Jiwasraya menjadi salah satu penyebab pelemahan bursa saham Indonesia beberapa waktu terakhir.

Erick menyatakan, skandal Jiwasraya telah mengikis kepercayaan investor untuk menanamkan dananya di Indonesia. Alhasil, investor melarikan dananya ke negara lain yang dirasa lebih aman.

"Bagaimana publik bisa percaya. Pertumbuhan ekonomi tinggi, tapi pengelolaan tata kelola perusahaan tidak ada. Kemarin bursa melemah karena orang tidak ada yang percaya," ungkap Erick.

Meski begitu, Erick memastikan bahwa pemerintah tengah berusaha mati-matian untuk mengembalikan dana nasabah Jiwasraya. Bos Mahaka Group itu juga tak ingin ada lagi pihak-pihak yang saling menyalahkan masalah di Jiwasraya. Menurut dia, yang terpenting saat ini adalah mencarikan solusi bagi para nasabah.

"Tentu kebetulan kami yang sedang coba bekerja sama memberikan solusi. Jadi, bukan lempar problem. Kami harus menjadi solusi maker," ucap dia.

Pengembalian dana nasabah akan dilakukan secara bertahap. Erick mengatakan, pembentukan holding BUMN asuransi akan memberikan dana segar sekitar Rp 1,5 triliun sampai Rp 2 triliun.

KINERJA JIWASRAYA KUARTAL III 2019

Ekuitas minus: Rp 23,92 triliun

Aset Rp: 25,68 triliun

Liabilitas: Rp 49,6 triliun

Penempatan saham: Rp 5,7 triliun (22,4 persen)

Penempatan reksa dana: Rp 14,9 triliun (59,1 persen)

Sumber: Diolah dari berbagai sumber
Sumber: Jawapos.com
Editor: ErizalILUSTRASI. Kantor Jiwasraya di Jalan IR H. Juanda di Jakarta, Kamis (2/1). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Ribuan PPPK Paruh Waktu Rohul Belum Terima Gaji Januari 2026

Sebanyak 1.608 PPPK Paruh Waktu di Rohul belum menerima gaji Januari 2026 karena masih dalam…

16 jam ago

DPRD Meranti Tegas Tolak Kenaikan Tarif Ferry, Pengusaha Dipanggil Hearing

DPRD Kepulauan Meranti menegaskan penolakan rencana kenaikan tarif ferry yang dinilai sepihak dan belum melalui…

17 jam ago

Tiang FO Tumbang, Pemko Pekanbaru Dorong Jaringan Telekomunikasi Bawah Tanah

Pemko Pekanbaru mendorong penerapan sistem ducting atau jaringan bawah tanah setelah insiden tumbangnya tiang fiber…

18 jam ago

Satu Lokasi, Banyak Layanan: MPP Inhil Permudah Urusan Haji dan Umrah

MPP Inhil menambah layanan haji dan umrah. Masyarakat kini bisa mengurus keperluan ibadah secara mudah…

1 hari ago

Patroli Malam Polisi Gagalkan Balap Liar, 29 Motor Diamankan

Polisi mengamankan 29 sepeda motor saat patroli balap liar di Simpang Garoga, Duri, guna menjaga…

2 hari ago

Unri Gandeng Tanoto Foundation Kembangkan Digitalisasi Soft Skills Mahasiswa

Unri bersama Tanoto Foundation membangun sistem digital soft skills mahasiswa terintegrasi, terukur, dan menjadi bagian…

2 hari ago