Mitsubishi XForce bersiap memasuki kapal untuk prosesi ekspor perdana dengan tujuan Vietnam di Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (9/2/2024). (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – INDONESIA memperkuat posisi sebagai eksportir otomotif. Itu terjadi setelah PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) mengekspor 501 unit XForce ke Vietnam. Aktivitas ekspor tersebut dilayani Bea Cukai Tanjung Priok.
‘’Mitsubishi XForce rencananya juga diekspor ke negara-negara lain mengikuti jejak Xpander yang telah diekspor ke lebih dari 40 negara,’’ ujar Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Tanjung Priok Ardhani Naryasti akhir pekan lalu, Jumat (9/2).
Ardhani menjelaskan, MMKI merupakan salah satu perusahaan Mitra Utama (MITA) Kepabeanan di bawah pengawasan Bea Cukai Tanjung Priok. MITA adalah importir dan atau eksportir yang diberi pelayanan khusus di bidang kepabeanan guna membantu perusahaan dapat bersaing di kancah internasional sehingga bisa mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Mitsubishi Motors Corporation (Mitsubishi Motors) sebelumnya mengonfirmasi bahwa XForce, compact SUV yang diproduksi MMKI di Indonesia, sudah diwacanakan selain dipasarkan di market domestik, juga diarahkan untuk mengisi market global.
Setelah Vietnam, XForce akan diluncurkan secara bertahap ke negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Filipina. Kemudian, akan diikuti Asia Selatan, Amerika Latin, Timur Tengah, dan Afrika.
”Kami sangat bangga dapat melakukan ekspor dari pusat produksi kami di Indonesia. Ke depan, kami berharap bisa mengekspor ke berbagai wilayah sehingga dapat memberikan kontribusi lebih lanjut bagi perekonomian Indonesia dan perkembangan industri otomotif Indonesia,” ujar President dan Chief Executive Officer Mitsubishi Motors Takao Kato.
Seiring dengan pertumbuhan permintaan yang cukup menjanjikan, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menargetkan penjualan sebanyak 20 ribu unit Xforce per tahun untuk pasar domestik.
Presiden Direktur PT MMKSI Atsushi Kurita menjelaskan, selama ini Xforce dan Xpander memiliki lini produksi yang sama sehingga terbilang mudah untuk menyesuaikan permintaan pasar.
‘’Kami yakin PT MMKI sanggup untuk memenuhi kapasitas produksi, bahkan bila harus meningkatkan target hingga 30 ribu unit per tahun,’’ ujarnya.
Kurita juga menegaskan, Xforce akan mengikuti jejak Xpander yang dikirimkan ke 40 negara. ”Besaran angka unit disesuaikan dengan kebutuhan pasar setiap negara,” tuturnya.
(dee/agf/dio/esi)
Laporan JPG, Jakarta
PSMTI Riau bersama PMI Pekanbaru menggelar donor darah dalam rangka Waisak 2570 BE. Ratusan peserta…
Jemaah haji Riau mulai dipulangkan dari Jeddah pada 4 Juni. Kemenhaj mengingatkan larangan membawa air…
Sekitar 12 gajah liar masuk ke perkebunan warga di Muara Fajar, Rumbai. Tim gabungan berhasil…
Program Cek Kesehatan Gratis di Riau masih minim peminat. Hingga akhir Mei 2026, baru 8,54…
Kemunculan buaya "Beni" di arena Pacu Jalur Tepian Lubuak Sobae Baserah membuat warga diminta waspada…
Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…