Categories: Ekonomi Bisnis

Minat Belanja Fashion Masih Tinggi

(RIAUPOS.CO) – Perubahan perilaku konsumen dalam pemenuhan keperluan selama Ramadan menjadi sorotan. Riset SurveySensum COVID-19 Consumer Behaviour Track menunjukkan, meski dilanda krisis, sebagian konsumen tetap akan membeli perlengkapan ibadah dan produk fashion.

CEO Survey Sensum & Neuro Sensum, Rajiv Lamba mengatakan permintaan terhadap perlengkapan ibadah dan produk fashion masih cukup tinggi dibanding kategori lain. Survei itu mencatat 46 persen konsumen tetap akan membeli perlengkapan ibadah dan 43 persen belanja produk fashion untuk Ramadan. Sementara untuk beberapa produk tertentu, konsumen memilih untuk menunda.

‘’Konsumen harus membatalkan rencana belanja kategori lain yaitu furnitur, ponsel, barang elektronik rumah tangga, perhiasan, mainan anak, dan kendaraan bermotor,’’ terangnya. Keputusan itu mempertimbangkan upaya menjaga stabilitas dan keamanan finansial. Selain itu, konsumen memperkirakan tidak akan sering keluar rumah dan bertemu orang lain, sehingga barang-barang tersebut tidak lagi menjadi prioritas dalam waktu dekat.

Dalam survei yang dilakukan terhadap konsumen usia 18 hingga 55 tahun mengungkapkan ada lebih dari 30 persen konsumen menunda belanja furniture dan ponsel. Untuk kategori lainnya, terdapat 20 hingga 25 persen konsumen yang batal atau menunda membeli barang-barang tersebut.

Sementara itu survei itu juga mencatat perubahan dalam belanja online. Sebelum pandemi COVID-19, platform belanja online lebih banyak digunakan untuk membeli produk-produk fashion dan elektronik. Tapi kini, konsumen pun membeli produk lain secara online termasuk kebutuhan sehari-hari termasuk sembako, sayur, makanan jadi, dan buah. Produk yang paling banyak dibeli online adalah vitamin. ‘’Sekitar 33 persen konsumen membeli vitamin melalui platform online seperti e-commerce, media sosial, dan sebagainya,’’ jelasnya.

Sebanyak 67 persen responden SurveySensum mengungkapkan COVID-19 telah mendorong mereka menekan pengeluaran hingga 43 persen dibanding Ramadan tahun lalu. Di antara kelas menengah yang diwawancara melalui platform SurveySensum, 73 persennya mengencangkan ikat pinggang di Ramadan tahun ini.

Di sisi lain, 20 persen konsumen berbelanja dalam besaran yang sama seperti Ramadhan tahun lalu, bahkan 13 persen konsumen lainnya justru lebih besar.

Tapi secara rata-rata, belanja masyarakat Ramadan tahun ini turun 32 persen dibanding tahun lalu. ‘’Kalau dibagi lagi menurut kelas sosial-ekonominya, kelas ekonomi atas menghemat 23 persen pengeluaran dan kelas menengah 35 persen,’’ lanjut Rajiv.(res/jrr)

Laporan JPG, Jakarta

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

17 jam ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

17 jam ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

22 jam ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

23 jam ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

1 hari ago

Persidangan Korupsi Kuansing Ungkap Mantan Kabag Umum Punya Rekening Rp2,9 Miliar

Persidangan perkara korupsi mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap transaksi bernilai total Rp2,9 miliar di dua…

1 hari ago