Categories: Ekonomi Bisnis

Semen Indonesia Rambah Pasar Tiongkok

JAKARTA(RIAUPOS.CO) — Saat ini produksi semen nasional berlebih. Berdasar data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), kapasitas semen tanah air mencapai 113,1 juta ton. Padahal, kebutuhan semen di pasar dalam negeri hanya sekitar 70 juta ton. Artinya, ada kelebihan produksi 43 juta ton.

Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan PT Semen Indonesia Tbk Sigit Wahono menyatakan, kini perseroan berfokus mengoptimalkan potensi ekspor. Dengan begitu, beban pasar dalam negeri juga tidak terlalu besar.

“Kami terus mencari pasar baru demi meningkatkan kinerja. Salah satunya mulai masuk ke Tiongkok,” ujarnya saat media gathering di Bali, Jumat (8/11).

Sigit mengungkapkan, untuk kali pertama, tahun ini Semen Indonesia masuk pasar Tiongkok. Sebab, Negeri Panda itu sedang kekurangan pasokan semen setelah banyak pabrik yang terpaksa tutup akibat isu lingkungan.

“Tentu ini peluang bagus. Tapi, kami belum tahu kontinuitasnya.”

Selain Tiongkok, perseroan menggarap pasar semen di kawasan Asia Selatan dan Tenggara. Misalnya, Bangladesh, India, Sri Lanka, Filipina, dan Timor Leste.

“Kami juga punya pasar baru lagi di Maladewa,” ungkap Sigit.

Dengan berbagai strategi tersebut, sepanjang Januari–September 2019 tren kinerja ekspor Semen Indonesia meningkat sekitar 7 persen atau menjadi 2,9 juta ton. Namun, Sigit mengakui bahwa kondisi pasar semen dalam negeri tidak sebagus ekspor. Bila dibandingkan dengan tahun lalu, total market turun 2 persen. Akibatnya, penjualan perseroan ikut merosot sampai 4,9 persen hingga September 2019.

Menurut Sigit, faktor-faktor yang memengaruhi penurunan adalah adanya pemilu pada semester pertama sehingga para pelaku bisnis wait and see. Dia berharap, pada kuartal akhir 2019 ini, ekonomi kembali bergairah dan proyek-proyek bisa berjalan lagi. Jadi, produksi semen dapat terserap pasar dengan maksimal.

“Terlebih lagi, kami sudah mengakuisisi PT Solusi Bangun Indonesia (SBI atau eks Holcim). Kami harap kinerja tahun ini minimal sama dengan tahun lalu,” tuturnya.

Editor : Deslina
sumber : jawapos.com

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Anak Kuansing Jago Bahasa Asing Bakal Punya Peran Khusus di Pacu Jalur 2026

Pacu Jalur Kuansing 2026 ditargetkan mendunia dengan melibatkan anak daerah penguasaan bahasa asing dan promosi…

6 jam ago

Kecelakaan di Kelok 17 Limapuluh Kota, Empat Warga Pekanbaru Jadi Korban

Kecelakaan truk dan SUV di Kelok 17 menewaskan satu warga Pekanbaru. Tiga korban selamat setelah…

7 jam ago

5.000 Mangrove Ditanam di Desa Penyengat Pesisir Siak, Warga Bergerak Sebelum Abrasi Makin Parah

Warga Penyengat, Siak, menanam 5.000 mangrove secara swadaya untuk melindungi pesisir dari abrasi dan menjaga…

1 hari ago

Pamit Keluar Rumah, Gadis 19 Tahun di Pekanbaru Tak Bisa Dihubungi

Tsabita Salsabila, 19 tahun, dilaporkan hilang di Pekanbaru. Ponselnya terakhir terdeteksi di Jalan Swakarya setelah…

1 hari ago

Gempa M7,7 Hantam NTT, 20 Orang Meninggal dan 2 Masih Tertimbun

Gempa M7,7 mengguncang NTT dan menewaskan 20 orang. Enam warga luka-luka dan dua lainnya masih…

1 hari ago

Mobil Konsumen Terbakar Saat di SPBU Pelalawan, Pertamina Amankan Lokasi dan Periksa CCTV

Kendaraan konsumen terbakar di SPBU Bandar Petalangan, Pelalawan. Pertamina menghentikan operasional sementara dan masih menyelidiki…

1 hari ago