Categories: Ekonomi Bisnis

Kelola Museum Bawah Laut, Indonesia Buka Peluang Kerjasama Pihak asing

JAKARTA(RIAUPOS.CO)-Underwater heritage atau Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) yang ada di Indonesia akan bekerjasama dengan pihak asing dalam pengelolaan museum internasional cagar alam bawah laut dan juga shipwreck.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Pengelolaan Lingkungan Laut Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Nurul Istiqomah dalam acara Forum on Southest Asia Ministries of Culture on Underwater Heritage, Safeguarding and Reviving The Shared Maritime Cultural Heritage of Southeast Asia yang digelar di Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (8/11).

"Museum itu nantikan juga akan dikoordinasikan dengan UNESCO dimana nanti isinya replika dari semua BMKT negara lainnya. Cerita dari replika-replika itu seperti misalnya sejarahnya atau ternyata ada shipwreck yang sama bisa jadi ada cerita yang berseri atau connecting dots. Jadi, informasi itu bisa lengkap lebih menarik tentunya," ungkap Nurul.

Selain itu, forum tersebut merekomendasikan pembentukan tim khusus yang fokus mengelola shipwreck dan BMKT. Nurul menjelaskan pada tahun 1989 Indonesia memiliki panitia nasional BMKT dan saat ini sudah ada usaha inisiasi untuk merevisi panitia nasional tersebut dengan membentuk rancangan Peraturan Presiden.

Hal itu dilakukan untuk membentuk tim koordinasi nasional bersama semua kementerian terkait dengan Ketua Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi dengan wakil Kemenko Bidang PMK namun belum disetujui Presiden Joko Widodo sejak 2018.

"Sementara masih menggunakan Keppres panitia nasional tadi, itupun sudah tidak relevan pengangkatan BMKT setelah moratorium Menteri KKP. Jadi, pengangkatan itu hanya diperbolehkan oleh pemerintah pusat dan daerah saja, sehingga swasta sudah tidak diberi peluang lagi untuk mengangkat BMKT," jelasnya.

Selain itu, rekomendasi lainnya berupa arahan untuk mengedukasi masyarakat terkait BMKT bagi yang tinggal dekat dengan lokasi BMKT. Edukasi masyarakat lokal ini bisa melalui kurikulum pendidikan atau pemberian beasiswa bagi generasi muda untuk belajar lebih lanjut terkait BMKT. Kerja sama antar-universitas juga penting untuk meningkatkan kualitas edukasi terkait sejarah dan budaya maritim kepada generasi muda.

Meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya BMKT sangat penting, salah satunya melalui pendidikan.

Editor: Deslina
Sumber: jawapos.co
 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Oknum Guru Diduga Lecehkan Siswi SMAN di Pekanbaru, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Oknum guru di salah satu SMAN Pekanbaru diduga melakukan pelecehan terhadap siswi saat kegiatan sekolah…

1 hari ago

THR Wajib Dibayar H-7 Lebaran, Disnaker Bengkalis dan Kuansing Buka Posko Pengaduan

Disnaker Bengkalis dan Kuansing menetapkan pembayaran THR pekerja paling lambat H-7 Idulfitri 1447 H dan…

1 hari ago

Bukber Ala Timur Tengah, Whiz Prime Hotel Hadirkan Iftar Sahara Mulai Rp115 Ribu

Whiz Prime Hotel Sudirman Pekanbaru hadirkan program Iftar Sahara dengan menu Timur Tengah dan Nusantara…

1 hari ago

Kolaborasi Lawan Stunting, PTPN IV PalmCo Intervensi Gizi Anak di Rokan Hulu

PTPN IV PalmCo melalui Regional III menggulirkan program intervensi stunting bagi 100 anak di Rohul…

1 hari ago

Emosi Dipicu Knalpot Bising, Pria di Inhil Bacok Tetangga Sendiri

Gara-gara knalpot motor bising, seorang siswa di Tempuling, Inhil dibacok tetangganya. Pelaku berhasil ditangkap polisi…

1 hari ago

Aksi Spanduk di Gerbang Sekolah, Kegiatan Belajar di SMPN 2 Batang Peranap Terhenti

Spanduk kecaman terhadap kepala sekolah terpasang di SMPN 2 Batang Peranap. Akibatnya, siswa tak bisa…

2 hari ago