industri-keuangan-digital-sasar-konsumen-produk-fashion
SURABAYA (RIAUPOS.CO) – Industri keuangan digital memperluas segmen konsumen. Salah satunya, segmen pakaian dan produk fashion lainnya. General Manager Kredivo Lily Suriani mengatakan, layanan pembiayaan digital atau biasa disebut paylater sudah dimanfaatkan banyak masyarakat.
Saat ini nasabah tidak hanya menggunakan layanan tersebut untuk produk elektronik. "Data kami menunjukkan bahwa nilai transaksi di kategori fashion tahun lalu sudah meningkat 50 persen dibandingkan 2020," ujarnya, Ahad (6/2).
Dia mengatakan, masyarakat semakin memperhatikan penampilan diri tahun ini. Sebab, mayoritas sudah kembali beraktivitas di luar rumah. Pihaknya pun berupaya untuk memberikan akses produk fashion yang lebih luas kepada konsumen.
Perseroan bekerja sama dengan PT Mitra Adiperkasa Tbk yang merupakan salah satu perusahaan retail mode terbesar di Indonesia. "Saat ini MAP punya 2.600 outlet di 81 kota," paparnya.
Ke depan, Kredivo juga berupaya memperluas layanan dengan bekerja sama lebih banyak brand. Sebelumnya, tambah Lily, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan penyedia barang furnitur, bahkan maskapai. Upaya tersebut dilakukan untuk mempermudah masyarakat membeli barang dan jasa meski belum memiliki dana yang cukup.
Di sisi lain, pihaknya terus mencoba untuk mengedukasi masyarakat mengenai industri keuangan digital. "Saat ini indeks literasi keuangan masih berada pada angka 38,03 persen. Padahal, indeks inklusi keuangan 76,19 persen," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jawa Timur Bambang Mukti Riyadi mengatakan, fintech punya manfaat bagi pelaku usaha yang biasanya punya arus keuangan cepat. Misalnya, pedagang pasar.
Karena itu, dia mendorong pemanfaatan pinjol untuk kredit sektor produktif. Apalagi, trennya meningkat. Tahun lalu total penyaluran sektor produktif sudah mencapai 53 persen. Padahal, pada 2019 penyerapannya hanya mencapai 29 persen.
Per November tahun lalu, di Jawa Timur penyaluran pinjaman fintech tercatat mencapai Rp3,4 triliun. Nilai tersebut tumbuh 113,6 persen. "Jumlah pemberi pinjaman naik 46,1 persen menjadi 86 ribu entitas. Sedangkan peminjam terdongkrak 58,2 persen menjadi 2,9 juta entitas," paparnya.(bil/c7/dio/jpg)
Pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) di Halaman Kantor…
Pemkab Kepulauan Meranti melalui BPKAD kembali melelang barang milik daerah (BMD) senilai Rp1,91 miliar secara…
Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat resmi tiba di Pekanbaru dan disambut dengan jajar hormat,…
Mantan Ketua DPRD Kuansing Marwan Yohanis memberikan catatan kritis pada momentum HUT ke-27 Kabupaten Kuansing…
Nurul Angely dari Kecamatan Kuantan Mudik berhasil keluar sebagai juara pertama ajang Bintang Radio Kabupaten…
Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…