Categories: Ekonomi Bisnis

Defisit APBN 2019 Melebar Menjadi 2,2 Persen

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyampaikan, realisasi defisit APBN tahun 2019 sementara berkisar pada 2,2 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini melebar dibandingkan dengan target awal 1,84 persen dari PDB.

Sri Mulyani menegaskan, pelebaran defisit anggaran tersebut dilakukan secara terukur dengan memperhitungkan risiko dan manfaatnya, serta kredibilitas fiskal. “Pelebaran defisit anggaran tetap terjaga dan dibutuhkan untuk mempertahankan dukungan fiskal untuk menopang laju perekonomian, pada saat menghadapi pelemahan di dalam negeri,” ujarnya di gedung Kemenkeu Jakarta, Selasa (7/1).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyampaikan, realisasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp 1.498,9 triliun atau 91,7 persen dari target APBN 2019. Angka ini tumbuh 3 persen dari realisasinya pada 2018.

Realisasi belanja pemerintah pusat tersebut meliputi belanja kementerian atau lembaga sebesar Rp876,4 triliun atau 102,4 persen dari target APBN 2019.

“Kinerja penyerapan belanja kementerian atau lembaga yang cukup tinggi tersebut antara lain dipengaruhi oleh adanya tambahan belanja pegawai oleh kebijakan kenaikan gaji lima persen dan kenaikan tunjangan kinerja beberapa kementerian atau lembaga, kenaikan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dan penambahan anggaran penanggulangan bencana,” tuturnya.

Selain itu, terdapat pelaksanaan berbagai program dan agenda strategis pemerintah seperti pemilihan umum, dan kebijakan kenaikan indeks manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) untuk mendukung percepatan pengurangan kemiskinan. Sementara itu, realisasi belanja non-kementerian atau lembaga mencapai Rp622,6 triliun atau 79,9 persen dari target APBN 2019.

Belanja non-kementerian/lembaga ini terdiri dari pembayaran bunga utang sebesar Rp275,5 triliun dan subsidi sebesar Rp201,8 triliun.

“Realisasi subsidi relatif lebih kecil dari pagu APBN 2019, antara lain dipengaruhi oleh lebih rendahnya harga ICP, menguatnya nilai tukar rupiah, serta penajaman alokasi subsidi pupuk,” ucapnya.

Transfer Daerah dan Dana Desa

Sementara itu, realisasi anggaran Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) mencapai Rp811,3 triliun atau 98,1 persen dari target APBN 2019. Angka ini lebih tinggi 7,1 persen dari realisasi pada 2018.
 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

20 jam ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

21 jam ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

1 hari ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

1 hari ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

1 hari ago

Persidangan Korupsi Kuansing Ungkap Mantan Kabag Umum Punya Rekening Rp2,9 Miliar

Persidangan perkara korupsi mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap transaksi bernilai total Rp2,9 miliar di dua…

1 hari ago