Categories: Ekonomi Bisnis

Pengusaha Jasa Pengiriman Naker Harapkan Gubri Beri Stimulus

PEKANBARU (RIAU POS.CO) – Pengusaha jasa penyalur tenaga kerja PT Bintang Internasional (BMI) mengharapkan pemerintah Provinsi Riau dalam hal ini Gubernur Riau (Gubri) bisa memberikan stimulus.
Direktur PT BMI Yogi Apriya Pranata mengatakan, sebagai perusahaan jasa penyalur tenaga kerja ke luar negeri, PT BMI siap membantu Pemerintah Provinsi Riau untuk ikut mengurangi tingkat pengangguran dan pengentasan kemiskinan di Riau.
Sayangnya, sejak mulai operasional tahun 2020 hingga saat ini, perusahaannya belum bisa mengirimkan tenaga kerja ke luar negeri. Karena terkendala aturan baru yang wajib bagi Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) untuk mendepositkan uang sebesar Rp1,5 miliar ke Kemenaker RI.
"PT BMI sebagai satu satunya P3MI yang berkantor pusat di Riau siap membantu Pemerintah Provinsi Riau untuk mengurangi pengangguran dan pengentasan kemiskinan yang meningkat selama pandemi Covid 19. Kami hanya meminta Pemprov Riau memberikan stimulus, seperti menjembatani kami dengan investor (swasta/BUMD) atau bisa saja langsung menjadi investor untuk kami," kata Yogi, Jumat (6/8/2021).
Dikatakan Yogi, dengan bekerja di luar negeri, naker Riau bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang cukup besar. Apalagi, pekerjaan yang ditawarkan user luar negeri di sektor formal. Seperti di perhotelan, hospitaly, restourant dan lainnya.
Konsultan Hukum PT BMI Abu Bakar Sidik SH mendorong Gubernur Riau untuk memberikan berbagai stimulus kepada perusahaan anak Riau. Apalagi, perusahaan tersebut membantu pemerintah untuk mengurangi pengangguran dan pengentasan kemiskinan di Riau yang meningkat di masa pandemi ini.
"Ayolah Pak Gubri, bantulah perusahaan anak Riau yang juga akan membantu pemerintah mengurangi pengangguran dan pengentasan kemiskinan di Riau," kata konsultan hukum yang juga Ketua Partai Nasdem Pekanbaru ini.
Ditanya stimulus yang diharapkan, Abu Bakar mengatakan, ada beberapa stimulus yang diharapkan. Pertama menjembatani PT BMI dengan investor, baik itu swasta maupun BUMD, menjembatani perbankan untuk mengucurkan pinjaman dengan jaminan agunan aset PT BMI.
"Ketiga, bisa saja Pak Gubernur Riau menjadi investor. Karena proyeksi break event point nya hanya satu tahun. Bahkan bisa kurang dari satu tahun," terangnya.
Laporan: Mujawaroh Annafi (Pekanbaru)
Editor: Erwan Sani

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

15 jam ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

15 jam ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

2 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

2 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

2 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

2 hari ago