Categories: Ekonomi Bisnis

Dampak Ruangan Lembap yang Sering Berawal dari AC

RIAUPOS.CO – Kondisi ruangan yang terasa lembap sering kali dianggap sepele. Banyak orang mengira penyebabnya hanya karena cuaca atau sirkulasi udara yang kurang baik. Padahal, dalam banyak kasus, sumber kelembapan justru berasal dari AC yang digunakan setiap hari tanpa disadari sedang bermasalah.

Ruangan yang lembap biasanya ditandai dengan dinding terasa dingin, plafon mulai menguning, atau muncul bau apek yang sulit hilang. Jika dibiarkan, kondisi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga bisa berdampak pada kesehatan dan kondisi bangunan.

AC dan Kelembapan yang Tidak Normal

AC pada dasarnya memang menghasilkan air dari proses pendinginan. Namun, air tersebut seharusnya mengalir keluar melalui saluran pembuangan. Ketika sistem ini tidak bekerja dengan baik, air bisa menetes ke dalam ruangan dan meningkatkan tingkat kelembapan secara perlahan.

Masalah ini sering terjadi tanpa disadari karena AC tetap terasa dingin. Padahal, ada gangguan di balik unit indoor yang terus berlangsung setiap kali AC dinyalakan.

Tanda-Tanda Awal yang Sering Terlewat

Beberapa tanda ruangan lembap akibat AC biasanya muncul secara perlahan. Misalnya, tetesan air kecil di bawah unit AC, noda samar di plafon, atau cat dinding yang mulai mengelupas. Pada tahap ini, banyak orang masih menganggapnya sebagai masalah ringan.

Padahal, kondisi tersebut sering berkaitan dengan penyebab AC bocor yang jika tidak ditangani sejak awal dapat menimbulkan kerusakan lebih luas pada ruangan.

Risiko Jangka Panjang bagi Rumah

Kelembapan yang terus-menerus dapat mempercepat kerusakan material bangunan. Plafon gypsum bisa melengkung, kayu menjadi lapuk, dan jamur mudah tumbuh di area lembap. Selain itu, bau tidak sedap juga lebih sulit dihilangkan karena sumber masalahnya terus aktif.

Dari sisi AC, kondisi ini menandakan sistem tidak bekerja optimal. Beban kerja unit meningkat dan berpotensi memperpendek usia pakai AC.

Langkah Pencegahan yang Bisa Dilakukan

Langkah paling dasar adalah memastikan AC dibersihkan secara rutin, terutama bagian filter dan saluran pembuangan. Membersihkan AC secara berkala membantu menjaga aliran air tetap lancar dan mencegah penumpukan kotoran.

Jika ruangan mulai menunjukkan tanda-tanda lembap dan Anda ingin memahami penyebabnya lebih detail sebelum mengambil tindakan lanjutan, Anda bisa membaca penjelasan lengkapnya disini sebagai referensi.

Dengan mengenali hubungan antara kondisi ruangan dan kinerja AC, masalah kelembapan bisa dicegah sejak dini. Hasilnya, ruangan tetap nyaman, bangunan lebih awet, dan AC bekerja sebagaimana mestinya tanpa menimbulkan dampak tersembunyi.

 

 

Redaksi

Recent Posts

Pemko Pekanbaru Pastikan Program Berobat Gratis UHC Tetap Berlanjut

Pemko Pekanbaru memastikan program berobat gratis UHC terus berlanjut dengan anggaran Rp111 miliar setelah tunggakan…

9 jam ago

Defisit APBN Bisa Nol, Menkeu Ingatkan Dampak ke Ekonomi

Menkeu Purbaya menyebut APBN bisa tanpa defisit, namun berisiko besar bagi ekonomi. Defisit 2025 dijaga…

10 jam ago

DPRD Pekanbaru Minta Satgas Tertibkan Kabel FO Meski Perda Belum Rampung

DPRD Pekanbaru mendukung Satgas Penertiban Kabel FO tetap bekerja meski perda belum disahkan demi keselamatan…

10 jam ago

ASN Terlibat Narkoba, Sekda Inhu Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi

Sekda Inhu menegaskan tidak ada toleransi bagi ASN yang terlibat narkoba dan mendukung penuh proses…

10 jam ago

Rekor Unggul, Jojo Siap Tempur Hadapi Kodai di Perempat Final Malaysia Open 2026

Jonatan Christie menjadi satu-satunya wakil Indonesia di perempat final Malaysia Open 2026 dan siap menghadapi…

11 jam ago

Kabar Baik, Gaji ASN dan PPPK Meranti Mulai Dibayar

Pemkab Kepulauan Meranti mulai mencairkan gaji ASN dan PPPK Januari 2026 serta tunda bayar 2024…

11 jam ago