Categories: Ekonomi Bisnis

Harga Tiket Pesawat Dipotong 10 Persen saat Nataru

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Persiapan menghadapi arus mudik Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) dimulai. Dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR, beberapa kementerian memaparkan berbagai langkah untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas. Salah satu perhatian utama adalah cuaca ekstrem yang bisa berujung bencana.

Rapat tersebut dihadiri Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwaghandi, Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU) Dody Anggodo, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, dan Perwakilan Korlantas.

Menhub Dudy menjelaskan, sesuai kajian pada periode 23 Oktober hingga 30 Oktober, pergerakan masyarakat pada Nataru tahun ini diprediksi mencapai 110,67 juta jiwa. “Pilihan moda transportasinya adalah kendaraan pribadi sebanyak 53,78 persen atau 59,52 juta jiwa. Yang terdiri atas 39,2 juta jiwa menggunakan mobil dan 19,6 juta jiwa menggunakan motor,” paparnya.

Angka prediksi pengguna kendaraan pribadi itu naik 53 persen bila dibandingkan dengan Nataru tahun lalu.  Kemenhub melakukan berbagai pengaturan antarmoda untuk memperlancar Nataru 2025. Untuk moda udara, Kemenhub berupaya menjaga tarif tiket pesawat.

Dia menuturkan, untuk optimalisasi dan penambahan layanan udara selama 24 jam,  dilakukan pemotongan harga tiket pesawat 10 persen. Penurunan itu dilakukan dengan sejumlah cara. Antara lain, penurunan fuel surcharge, potongan harga jual avtur di 19 bandara dengan rentang Rp700 per liter sampai Rp800 per liter.

Kemenhub juga mengupayakan pemotongan 50 persen tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) dan Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U).  “Langkah ini akan dilakukan sejak 19 Desember 2024 hingga 3 Januari 2025,” paparnya.

Untuk moda transportasi darat, terdapat kebijakan mudik gratis dengan bus. Total seat yang disediakan mencapai 38 ribu orang dengan 11 rute kota tujuan. “Lalu untuk moda transportasi, kereta api juga terdapat mudik gratis dengan kapasitas 5.500 penumpang dalam waktu sepuluh hari,” terangnya. Moda transportasi laut juga telah disiapkan angkutan mudik gratis dengan kapasitas 29 ribu penumpang.

Menteri PU Dody memaparkan tentang perkembangan infrastruktur. Dia mengatakan, setiap tahun lembaganya berupaya meningkatkan layanan di jalan tol maupun non-tol. Hal itu dapat dilihat dari peningkatan kemantapan jalan yang terus  terjaga. “Kami juga melakukan peningkatan konektivitas antarmoda melalui peningkatan bandara dan terminal serta meningkatkan jaringan jalan nasional dan daerah,” jelasnya.(idr/agf/oni/jpg)

 

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Bangun Kemitraan Berkelanjutan, PTPN IV PalmCo Jadikan Petani Sawit Pilar Utama

PTPN IV PalmCo menegaskan komitmen kemitraan sawit berkelanjutan bersama petani binaan melalui akselerasi program Peremajaan…

7 jam ago

Sebanyak 38 Calon Jemaah Umrah Gagal Berangkat, Kanwil Kemenhaj Riau Ungkap PT BMW Tak Berizin

Sebanyak 38 calon jemaah umrah di Riau gagal berangkat ke Tanah Suci akibat travel PT…

8 jam ago

Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Rohul, Bupati Anton Sebut Pramuka Benteng Generasi Muda Era Digital

Bupati Rohul Anton menegaskan Gerakan Pramuka harus tetap menjadi garda terdepan pembentukan karakter generasi muda…

8 jam ago

Satpol PP Pekanbaru Tegaskan Penertiban Prostitusi dan Tempat Asosial Terus Digelar Rutin

Satpol PP Kota Pekanbaru menegaskan penertiban lokasi prostitusi dan bioskop mini dilakukan secara rutin tanpa…

8 jam ago

Gol Tunggal Dimas Wicaksono Bawa PSPS Pekanbaru Tekuk Semen Padang FC 1-0

PSPS Pekanbaru berhasil mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Semen Padang FC lewat gol tunggal Dimas…

12 jam ago

Tembus 2.047 Kasus pada September, Penderita ISPA di Rokan Hulu Meningkat Signifikan

Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hulu mencatat lonjakan kasus ISPA hingga 137 persen sepanjang Agustus-September 2026…

12 jam ago