ILUSTRASI IHSG memerah. (dok. JawaPos.com)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus terkoreksi cukup dalam pada perdagangan hari ini, Kamis (3/10). IHSG juga sempat menyentuh level 5.000, tepatnya 5.997,69 pada awal pembukaan perdagangan.
Kepala Riset Koneksi Kapital Indonesia, Alfred Nainggolan menilai, faktor eksternal dominan mempengaruhi IHSG selama satu pekan ini. Mulai dari perang dagang, resesi yang melanda Uni Eropa dan lainnya.
“Eksternal dan internal, keduanya memengaruhi bursa kita. Termasuk juga bursa di regional terkoreksi cukup dalam,” kata Alfred kepada JawaPos.com, Kamis (3/10) sore.
Untuk faktor internal, penurunan IHSG menurut Alfred dikarenakan kondisi politik dalam negeri yang membuat was-was investor. Antara lain demo unjuk rasa yang berakhir dengan kerusuhan.
“Ada beberapa katalis positif yang bisa membuat IHSG rebound, seperti data dari BPS. Tapi, tertutup oleh kondisi politik di dalam negeri,” tegas dia.
Hal yang sama diungkapkan Direktur Investa Saran Mandiri, Hans Kwee. Meski tidak terlalu signifikan, beberapa kali unjuk rasa yang berakhir dengan kericuhan membuat pasar gamang.
“Nilai tukar rupiah sedang tidak bagus, harga sejumlah komoditas sama. Ada beberapa kali unjuk rasa,” ungkap Hans.
Meski demikian, Hans optimistis IHSG kembali rebound pada akhir pekan ini setelah terjadi penurunan cukup dalam. “Jumat ini atau pekan depan, kita prediksi sudah rebound,” pungkas dia.
Pada penutupan perdagangan hari ini, IHSG ditutup melemah 16,89 poin atau 0,28 persen ke level 6.038,52. Sepanjang hari ini, IHSG berada di zona merah.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal
Wali Kota Pekanbaru sidak Kecamatan Marpoyan Damai dan menekankan pelayanan cepat serta kenyamanan warga.
Distankan Pekanbaru telah memeriksa 3.754 hewan kurban dan memastikan belum ditemukan kasus penyakit.
Umri melantik wakil rektor baru dan menargetkan penguatan tata kelola kampus menuju standar internasional.
Universitas Riau mewisuda 1.891 lulusan dan mengajak alumni menjadi generasi adaptif, inovatif, serta berdaya saing.
PN Bengkalis menolak gugatan praperadilan kasus karhutla dan menguatkan keabsahan proses penyidikan Polres Bengkalis.
Pegawai PNM Ukui, Ardi Yahya, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Indragiri, Inhu