Categories: Ekonomi Bisnis

Perusahaan Belum Bisa Serap Lulusan Pelatihan Online Kartu Prakerja

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Progam kartu prakerja yang digadang-gadang Presiden Jokowi untuk menyelamatkan para korban pemutusan hubungan kerja (PHK) tidak memberikan jaminan. Para lulusan program kartu prakerja dengan pelatihan online itu tidak bisa diserap oleh perusahaan sebagai tenaga kerja baru.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mengatakan, perusahaan belum bisa melakukan penyerapan tenaga kerja baru dari masyarakat yang telah menyelesaikan pelatihan kelas online Kartu Prakerja.

“Saat ini perusahaan kita kan dalam survival mode. Kita mencoba untuk bertahan. Kita belum berpikir nantinya kalau kita bisa ini (menyerap tenaga kerja), seperti apa jenis pekerja yang akan diambilkan,” ungkap Shinta Kamdani kepada JawaPos.com, Minggu (3/5).

Menurut Shinta, para pekerja yang sebelumnya dirumahkan bukan berarti berhenti kerja secara penuh. Mereka sewaktu-waktu dapat dipekerjakan lagi setelah perusahan kondisinya kembali pulih

“Sebenarnya kebanyakan pekerja itu masih dirumahkan. Itu bukan berarti mereka di-PHK. Masih sebatas dirumahkan. Kalau perusahaannya bisa bangkit lagi, kenapa mereka ngga dipekerjakan lagi. Kan bisa dimanfaatkan kembali,” tambahnya.

Shinta berharap para peserta pelatihan online kartu prakerja memanfaatkan ilmu yang didapatkan. Jangan hanya sekadar mengkritisi program tersebut.

“Nggak ada gunanya kita mengkritisi pemerintah. Sekarang ini kita sudah ada Kartu Prakerja, kita manfaatkan sebaik-baiknya. Yang sudah dapat untuk menjalani training yang bermanfaat untuk individu.”

Sebelumnya, Center for Strategic and International Studies (CSIS) mengkritisi program kartu prakerja. Kepala Departemen Ekonomi CSIS Yose Rizal Damuri memandang peran program Kartu Prakerja kurang efektif. Apalagi fungsinya seperti semibantuan sosial (bansos) di tengah wabah Covid-19.

Menurut Yose, saat ini pemerintah menyediakan program dapat membantu korban PHK dalam menopang hidupnya. “Kalau bansos minggu pertama 200 ribu orang, minggu kedua 200 orang lagi butuh waktu 25 minggu. Wabah sudah selesai sedangkan butuh cepat untuk korban PHK,” ujarnya dalam video conference, Jumat (1/5).

Yose memaparkan, program Kartu Prakerja dirancang untuk meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) berdaya saing. Maka, kurang efektif jika materi pelatihannya hanya menggunakan media virtual saja, apalagi untuk korban PHK.

 

Jakarta: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Satu Tahun Kepemimpinan, Agung Nugroho Dorong RT/RW Jadi Garda Terdepan

Wako Pekanbaru perkuat peran RT/RW, utang Rp470 miliar lunas dan pembangunan tetap berjalan jelang setahun…

22 jam ago

Tes Urine Mendadak di Telukkuantan, Tujuh Orang Positif Narkotika

BNNK Kuansing gelar razia jelang Ramadan 1447 H di Telukkuantan. Tujuh orang dinyatakan positif narkoba…

23 jam ago

Dua Bulan Tanpa Hujan, Bengkalis Mulai Kekurangan Air Bersih

Kemarau panjang sebabkan krisis air bersih di Bengkalis. Usaha galon dan laundry tutup, Perumda siapkan…

23 jam ago

Ramadan 2026, Grand Zuri Pekanbaru Siap Jadi Lokasi Buka Puasa Bersama

Grand Zuri Pekanbaru gelar Showcase Iftar Nusantara Ramadan 2026, perkenalkan paket buka puasa untuk klien…

3 hari ago

PTPN IV PalmCo Salurkan 6 Juta Bibit Sawit Bersertifikat, Dongkrak Produktivitas Petani

PTPN IV PalmCo salurkan 6 juta bibit sawit bersertifikat, dampingi 93 koperasi dan dorong sertifikasi…

3 hari ago

Pakai Basis Varian Tertinggi, Destinator 55th Anniversary Edition Tampil Eksklusif

Mitsubishi hadirkan Destinator 55th Anniversary Edition berbasis varian tertinggi, berstatus limited dengan harga Rp520,5 juta.

3 hari ago