Aktivitas di booth Asia Pacific Rayon (APR) yang mengikuti Dhaka International Textile and Garment Machinery Exhibition (DTG) ke-18 di Dhaka, Banglades, Kamis-Ahad (1-4/2/2024). (humas pt rapp untuk riaupos.co)
DHAKA (RIAUPOS.CO)- Asia Pacific Rayon (APR), produsen serat viscose-rayon terkemuka di dunia, kembali hadir di acara Dhaka International Textile and Garment Machinery Exhibition (DTG) ke-18, di Dhaka, Banglades, sejak 1-4 Februari 2024.
Booth APR di DTG 2024 menampilkan rangkaian produk viscose dan lyocell berkelanjutan, termasuk serat, benang, pakaian, dan tekstil rumah tangga.
Kedua kalinya mengikuti DTG secara berturut-turut, APR berharap dapat menunjukkan komitmennya terhadap industri tekstil Banglades, yang sedang berkembang pesat, serta memenuhi permintaan yang terus meningkat untuk solusi fesyen berkelanjutan.
“Banglades adalah basis pertumbuhan dan salah satu pasar utama APR. Dalam lima tahun, Banglades telah menjadi pasar terbesar kedua APR setelah Indonesia,” kata Wakil Presiden, Pemasaran dan Pengembangan Hilir APR Tapan Sannigrahi, Jumat (2/2).
Sektor tekstil menjadi penyumbang penting bagi pertumbuhan ekonomi Banglades. Negara ini menempati peringkat kedua sebagai eksportir terbesar tekstil dan garmen serta menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia.
“Saat ini, kami memegang 55 persen pangsa pasar serat viscose di Banglades, dan secara aktif memperkenalkan lyocell sebagai alternatif tekstil berkelanjutan,” jelasnya lagi.
APR bekerja sama dengan perusahaan tekstil terkemuka di Banglades untuk mendukung pengembangan industri itu sekaligus mempromosikan penggunaan viscose dan lyocell sebagai pilihan ramah lingkungan.
“Viscose menjadi serat dengan pertumbuhan tercepat, yang digunakan di industri tekstil Banglades. Karena sifatnya yang mudah diwarnai, viscose membantu produsen mengurangi konsumsi energi dan air selama produksi pakaian. Selain itu, kemampuannya terurai secara penuh menekankan sifatnya yang ramah lingkungan,” tambah Sannigrahi.
APR berkantor pusat di Jakarta dan merupakan anggota grup perusahaan manufaktur berbasis sumber daya alam, Royal Golden Eagle (RGE). APR mengoperasikan Asia Pacific Yarn (APY), sarana pemintalan benang hilir canggih berkapasitas 7.800 ton.
“Kami masih berupaya meraih posisi penting dalam hal penjualan benang, namun kami telah meraih hasil yang memuaskan di pasar itu. Serat viscose rayon dan benang bermutu tinggi APR dijual ke pemintal benang, pembuat kain, dan produsen pakaian di seluruh Indonesia serta 16 pasar, termasuk Bangladesh, Turki, Pakistan, India, Sri Lanka, dan Vietnam,” tambahnya lagi.
APR didedikasikan untuk mendorong perubahan positif dalam industri tekstil dengan memperjuangkan sirkularitas dan manufaktur bertanggung jawab, diselaraskan dengan transisi menuju industri tekstil lebih berkelanjutan di Bangladesh dan di seluruh dunia.
APR sepenuhnya fokus pada keberlanjutan. Pada November 2021, perusahaan meluncurkan agenda keberlanjutan APR2030 yang terdiri dari empat pilar utama, yakni berfokus pada dampak positif terhadap iklim dan alam, manufaktur bersih, sirkularitas, dan masyarakat yang inklusif.(rls/rio)
Justin Hubner dikabarkan terancam absen di Piala AFF 2026 karena Fortuna Sittard disebut tak memberi…
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri melaju ke final China Open 2026 setelah mengalahkan Liang Wei Keng/Wang…
Bhabinkamtibmas Polsek Kuantan Mudik Bripka Asril ikut menjadi Timbo Ruang Jalur Endang Rumus dalam Pacu…
Pemko Pekanbaru telah mengaspal 19 ruas jalan sepanjang 23 kilometer hingga pertengahan 2026 dan terus…
Harimau sumatra muncul di Desa Danai, Inhil, dan dilaporkan memangsa sapi warga. Polisi meminta masyarakat…
Kapolda Riau memimpin penanaman kembali mangrove rusak seluas 118 hektare di Rohil sebagai tindak lanjut…