JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus mendorong industri kelapa sawit untuk berkontribusi dalam perekonomian Indonesia. Namun sayangnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, hilirisasi kelapa sawit saat ini masih rendah dibandingkan negara tetangga, seperti Malaysia.
Padahal, kata Sri Mulyani, kelapa sawit punya potensi besar untuk mendorong ekonomi Indonesia. Sehingga dia berharap ada nilai tambah untuk komoditas ini.
"Hilirisasi industri kelapa sawit masih relatif belum berkembang di negara tetangga seperti Malaysia," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (1/10).
Sri Mulyani berkomitmen, pemerintah akan membuat kebijakan yang mendukung perkembangan industri kelapa sawit. "Makin besar dari kelapa sawit untuk meningkatkan tidak hanya nilai ekonomi, tapi kesempatan kerja dan kemandirian sektor pangan maupun sektor lainnya," ucapnya.
Sri Mulyani menambahkan, produksi kelapa sawit rakyat cukup potensial meskipun cukup terbatas. Dengan demikian, pemerintah akan membantu petani sawit dalam mendapatkan lahan.
"Ini dan relatif rendah dibandingkan para perusahaan swasta besar yang saya harapkan kita akan membantu para petani kelapa sawit," tuturnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi
Wali Kota Pekanbaru sidak Kecamatan Marpoyan Damai dan menekankan pelayanan cepat serta kenyamanan warga.
Distankan Pekanbaru telah memeriksa 3.754 hewan kurban dan memastikan belum ditemukan kasus penyakit.
Umri melantik wakil rektor baru dan menargetkan penguatan tata kelola kampus menuju standar internasional.
Universitas Riau mewisuda 1.891 lulusan dan mengajak alumni menjadi generasi adaptif, inovatif, serta berdaya saing.
PN Bengkalis menolak gugatan praperadilan kasus karhutla dan menguatkan keabsahan proses penyidikan Polres Bengkalis.
Pegawai PNM Ukui, Ardi Yahya, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Indragiri, Inhu