JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus mendorong industri kelapa sawit untuk berkontribusi dalam perekonomian Indonesia. Namun sayangnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, hilirisasi kelapa sawit saat ini masih rendah dibandingkan negara tetangga, seperti Malaysia.
Padahal, kata Sri Mulyani, kelapa sawit punya potensi besar untuk mendorong ekonomi Indonesia. Sehingga dia berharap ada nilai tambah untuk komoditas ini.
"Hilirisasi industri kelapa sawit masih relatif belum berkembang di negara tetangga seperti Malaysia," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (1/10).
Sri Mulyani berkomitmen, pemerintah akan membuat kebijakan yang mendukung perkembangan industri kelapa sawit. "Makin besar dari kelapa sawit untuk meningkatkan tidak hanya nilai ekonomi, tapi kesempatan kerja dan kemandirian sektor pangan maupun sektor lainnya," ucapnya.
Sri Mulyani menambahkan, produksi kelapa sawit rakyat cukup potensial meskipun cukup terbatas. Dengan demikian, pemerintah akan membantu petani sawit dalam mendapatkan lahan.
"Ini dan relatif rendah dibandingkan para perusahaan swasta besar yang saya harapkan kita akan membantu para petani kelapa sawit," tuturnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi
Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…
Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…
Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…
Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…
Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…
Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…