JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus mendorong industri kelapa sawit untuk berkontribusi dalam perekonomian Indonesia. Namun sayangnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, hilirisasi kelapa sawit saat ini masih rendah dibandingkan negara tetangga, seperti Malaysia.
Padahal, kata Sri Mulyani, kelapa sawit punya potensi besar untuk mendorong ekonomi Indonesia. Sehingga dia berharap ada nilai tambah untuk komoditas ini.
"Hilirisasi industri kelapa sawit masih relatif belum berkembang di negara tetangga seperti Malaysia," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (1/10).
Sri Mulyani berkomitmen, pemerintah akan membuat kebijakan yang mendukung perkembangan industri kelapa sawit. "Makin besar dari kelapa sawit untuk meningkatkan tidak hanya nilai ekonomi, tapi kesempatan kerja dan kemandirian sektor pangan maupun sektor lainnya," ucapnya.
Sri Mulyani menambahkan, produksi kelapa sawit rakyat cukup potensial meskipun cukup terbatas. Dengan demikian, pemerintah akan membantu petani sawit dalam mendapatkan lahan.
"Ini dan relatif rendah dibandingkan para perusahaan swasta besar yang saya harapkan kita akan membantu para petani kelapa sawit," tuturnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi
Pemkab Kepulauan Meranti mengusulkan tiga ruas jalan sepanjang 9,6 km masuk program IJD dengan kebutuhan…
Kabut asap karhutla masih menyelimuti Pekanbaru. Kualitas udara memburuk, AQI mencapai 171 dan 156 titik…
Bentrokan dua kelompok terkait konflik lahan 80 hektare terjadi di Kuansing. Sembilan orang terluka dan…
Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan menggerus timbunan. Truk bermuatan berat kesulitan melintas dan terjebak…
Erupsi empat gunung mengganggu penerbangan. Sebanyak 35 penerbangan dari dan ke Pekanbaru batal setelah delapan…
Kelangkaan semen di Rohul hampir sebulan membuat warga harus booking. Omzet toko bangunan turun hingga…