ILUSTRASI: RAHMAD/ADRI
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Rini adalah seorang guru mengajar membaca Al-Qur’an atau tahsin. Ia punya kewajiban mengajar di salah satu masjid di Kecamatan Payung Sekaki setiap hari Rabu pagi.
Suatu hari, Rini sudah sampai di masjid tempat ia biasa mengajar. Namun masjid terlihat sepi pagi itu.
Lalu, seorang ibu yang tinggal tidak jauh dari masjid dan putrinya yang mahasiswa adalah murid Rini datang menghampiri.
”Mau mengajar ya, Ustazah?” tanyanya.
”Iya, Bu,” jawab Rini.
”Kok anak saya nggak bilang ada tahsin pagi ini, ya?” kata si ibu lagi.
”Apa ini kelompok baru, Zah?” tanya si ibu lagi penasaran.
”Nggak ibu. Ini kelompok tahsin hari Rabu. Seperti biasa,” jawab Rini dengan tenang.
Lalu si ibu itu pun tersenyum. ”Maaf, Zah. Tapi hari ini kan masih hari Selasa, bukan Rabu,” ujarnya.
Mendengar itu, Rini pun terkejut.
”Astaghfirullah…. Saya yang salah ternyata. Makanya saya heran kok belum ada anak-anak di masjid,” katanya sambil tersenyum malu.(yls)
Sebanyak 1.608 PPPK Paruh Waktu di Rohul belum menerima gaji Januari 2026 karena masih dalam…
DPRD Kepulauan Meranti menegaskan penolakan rencana kenaikan tarif ferry yang dinilai sepihak dan belum melalui…
Pemko Pekanbaru mendorong penerapan sistem ducting atau jaringan bawah tanah setelah insiden tumbangnya tiang fiber…
MPP Inhil menambah layanan haji dan umrah. Masyarakat kini bisa mengurus keperluan ibadah secara mudah…
Polisi mengamankan 29 sepeda motor saat patroli balap liar di Simpang Garoga, Duri, guna menjaga…
Unri bersama Tanoto Foundation membangun sistem digital soft skills mahasiswa terintegrasi, terukur, dan menjadi bagian…