Mei 2025 lalu, Heri, mahasiswa salah satu universitas di Pekanbaru menghadiri acara kumpul bareng teman dan makan bersama. Ini dalam rangka silaturahmi antarsesama mahasiswa satu kelasnya.
Mei 2025 lalu, Heri, mahasiswa salah satu universitas di Pekanbaru menghadiri acara kumpul bareng teman dan makan bersama. Ini dalam rangka silaturahmi antarsesama mahasiswa satu kelasnya.
Dengan penuh semangat, Heri berangkat dari kosnya menuju lokasi. Sesampainya di tempat acara tersebut, ia sangat senang, karena akan dapat makan gratis.
Tiba-tiba ia mencium bau buah durian.
”Alamaaaak….!!! Bau buah durian,” teriaknya.
Heri memang sangat phobia terhadap buah durian karena baunya tersebut secara reflek langsung panik berlebih dan tidak bisa fokus. Ia langsung meninggalkan acara.
”Alamaaak…!!! Gara-gara bau buah durian, saya gak jadi dapat makan gratis,” katanya kesal.
Keesokan harinya, ia pun menceritakan alasannya tidak ikut acara tersebut saat ditanya temannya.
”Dulu saya masih bisa menahan bau durian yang tidak terlalu menyengat, tapi sekarang sedikit saja saya mencium bau durian, badan saya secara reflek langsung panik berlebih dan tidak bisa fokus melakukan apapun dan saya perlu waktu sedikit lama untuk menenangkan diri seperti semula,” katanya.(dof)
Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…
Desa Bokor di Kepulauan Meranti berhasil menjaga 13 spesies mangrove dan mengembangkan ekowisata berkelanjutan berbasis…
Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…
Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…
Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.
Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.