Mei 2025 lalu, Heri, mahasiswa salah satu universitas di Pekanbaru menghadiri acara kumpul bareng teman dan makan bersama. Ini dalam rangka silaturahmi antarsesama mahasiswa satu kelasnya.
Mei 2025 lalu, Heri, mahasiswa salah satu universitas di Pekanbaru menghadiri acara kumpul bareng teman dan makan bersama. Ini dalam rangka silaturahmi antarsesama mahasiswa satu kelasnya.
Dengan penuh semangat, Heri berangkat dari kosnya menuju lokasi. Sesampainya di tempat acara tersebut, ia sangat senang, karena akan dapat makan gratis.
Tiba-tiba ia mencium bau buah durian.
”Alamaaaak….!!! Bau buah durian,” teriaknya.
Heri memang sangat phobia terhadap buah durian karena baunya tersebut secara reflek langsung panik berlebih dan tidak bisa fokus. Ia langsung meninggalkan acara.
”Alamaaak…!!! Gara-gara bau buah durian, saya gak jadi dapat makan gratis,” katanya kesal.
Keesokan harinya, ia pun menceritakan alasannya tidak ikut acara tersebut saat ditanya temannya.
”Dulu saya masih bisa menahan bau durian yang tidak terlalu menyengat, tapi sekarang sedikit saja saya mencium bau durian, badan saya secara reflek langsung panik berlebih dan tidak bisa fokus melakukan apapun dan saya perlu waktu sedikit lama untuk menenangkan diri seperti semula,” katanya.(dof)
Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…
DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…
Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…
Ketua TP PKK sekaligus Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho meraih penghargaan Apresiasi Swara Cantika…
BMKG mencatat 3.227 titik panas di Sumatera dengan 71 titik berada di Riau. Peringatan dini…
Kualitas udara di Kuansing nyaris menyentuh level sangat tidak sehat. Disdikpora Kuansing memutuskan kembali menerapkan…