ILUSTRASI : RAHMAD/ADRI
RIAUPOS.CO – Beberapa hari awal puasa di bulan suci Ramadan 1445 H, Uuk sangat menikmati ibadah menahan lapar dan haus tersebut. Bahkan dia konsisten bangun sahur pada pukul 03.00 WIB.
Sambil menunggu masakan untuk sahur dimasak, Uuk yang tinggal di salah satu Desa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) itu pun ikut membangunkan beberapa koleganya untuk makan sahur. Hal ini tampak dia nikmati.
”Banguuuun…. Banguuuuun….,” kata Uuk ke seorang koleganya dengan menggunakan handphone.
Namun beberapa hari kemudian, Uuk tidak lagi terpantau turut membangunkan koleganya makan sahur. Kendati demikian, Uuk tetap bangun seperti biasa pada sekitar pukul 03.00 WIB.
”Alhamdulillah, hari ini kita sampai lagi berbuka puasa,” katanya di status media sosialnya.
Lalu, suatu hari, Uuk mulai tampak malas-malasan. Sepertinya Uuk kelelahan. Ditambah lagi kondisi cuaca yang sangat terik siang itu.
Ia pun memutuskan untuk tidur lebih awal malam harinya.
Tapi, alangkah kagetnya Uuk saat terbangun, jam sudah menunjukkan pukul lima kurang.
”Alamak….!! Sudah pukul lima kurang,” keluh Uuk dengan nada kecewa karena terlambat bangun.
Walau begitu, Uuk berjanji di dalam hati unutuk tetap akan menjalankan ibadah puasa meski tidak sahur. Ia bertekad untu bisa berpuasa full sampai akhir Ramadan nanti.(ind)
Jemaah haji asal Pekanbaru resmi diberangkatkan ke Arab Saudi. Kanwil Haji Riau ingatkan jemaah fokus…
Sebanyak 29 warga Belanda datang ke Desa Koto Kombu, Kuansing, untuk napak tilas sejarah keluarga…
Debit Sungai Kuantan di Kuansing mulai surut usai banjir dua hari. BPBD mencatat 526 rumah…
Riezka Rahmatiana dorong ketahanan pangan di Riau lewat pengelolaan lahan tidur menjadi lahan produktif bersama…
Rahmadani (13), bocah yang tenggelam di Sungai Kampar, ditemukan meninggal dunia setelah pencarian intensif selama…
Ratusan warga Bengkalis menyerbu pasar murah Minyakita dan beras SPHP. Stok cepat habis, pemerintah siapkan…