Categories: Siak

Buatkan Handsanitizer untuk Masyarakat Koto Gasib

SIAK (RIAUPOS.CO) — Pendemi virus corona ke Indonesia membuat seluruh masyarakat melakukan berbagai upaya untuk tidak terjangkit.

Banyak masyarakat membeli masker dan hand sanitizer yang merupakan salah satu alat pencegahan virus corona. kini hand sanitizer  maupun masker menjadi barang yang langka. Baik itu di swalayan, apotek, bahkan di warung-warung kecil. Hal ini terjadi juga di wilayah Kecamatan Koto Gasib.

Untuk membantu dalam meredam rasa paniknya, ada cara membuat hand sanitizer  dengan mudah yaitu Polsek Koto Gasib menggandeng PT Kimia Tirta Utama dalam proses pembuatan dan sosialisasi kepada personel polsek, bhabinkamtibmas Polsek Koto Gasib pada Selasa (17/3) pagi.

"Kami, PT Kimia Tirta Utama dalam hal ini dari Laboratory PIC Abdul Muis menyatakan bahwa kami dapat membuat hand sanitizer sendiri di rumah dengan menggunakan alkohol 70 persen dan mencampurkannya dengan gel lidah buaya," ungkap Lab Analis PT KTU Aulia Rahma.

Selanjutnya kenapa harus dengan lidah buaya? Lidah buaya merupakan tanaman obat yang kaya akan sifat antivirus, anti-inflamasi, anti-bakteri dan imunomodulatornya. Lidah buaya ini memiliki 75 senyawa aktif yang meliputi vitamin, mineral, enzim, gula, lignin, saponin, asam amino, dan asam salisilat yang berkontribusi banyak pada kesehatan.

Aulia Rahma Lab Analis PT KTU menyatakan lidah buaya ini dipercaya dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh, karena mengandung sifat antivirus dan antibakteri.

Kali ini, Aulia memaparkan secara langsung cara membuat gel lidah buaya sendiri di rumah untuk bisa dicampurkan dengan alkohol 70 persen untuk membantu dalam menjaga kebersihan dari virus dan bakteri.

Pertama, cuci dan potong daun lidah buaya menjadi delapan bagian panjang dan potong bagian ujungnya yang kasar. Kedua, buat sayatan panjang dan memajang pada bagian tengah daun untuk mengelupaskan kulitnya. Ketiga, selain itu, gunakan sendok untuk mempermudah mengambil pulpanya.  Keempat, campurkan bahan-bahan tersebut selama 30 detik saja dalam blender dengan kecepatan tinggi. Kelima, bahan disaring dengan menggunakan saringan dari kain maupun saringan teh. Keenam, kemudian campurkan hasil blenderan ekstrak lidah buaya itu dengan alcohol 70 persen, dan diaduk rata dan dicampur ekstrak daun jeruk, mint sebagai pewanggi dengan perbandingan alcohol 85 persen dengan lidah buaya 15 persen dan siap dipakai.

Asisten  Sustainability PT KTU Slamet Riyadi dalam sosialisasi dan praktik pembuatan hand sanitizer ini kenapa menggunakan lidah buaya, karena bahan lidah buaya ini sangat gampang di jumpai.

"Kami memilih ekstrak aloe vera, karena selain bisa jadi antiseptik aloe vera juga bisa melembabkan tangan biar enggak kering," kata Slamet Riyadi yang bersama tim dari PT KTU sudah melakukan sosialisasi pembuatan hand sanitizer ke karyawan dan masyarakat sekitar perusahaan.

Dengan adanya kegiatan ini, Slamet berharap masyarakat bisa membuat berbagai produk yang bermanfaat bagi kita semua, masyarakat juga bisa bikin hand sanitizer sendiri, dan lebih aware dengan kesehatannya.

"Sementara Kapolsek Ipda Suryawan menyatakan terima kasih atas ilmu pengetahuannya yang diberikan kepada kami serta anggota, dan ini akan kami sosialisasikan ke masyarakat melaui bhabinkamtibmas," katanya.

Menurut Kapolsek, ilmu ini tidak pernah disangka, ternyata sederhana tapi manfaatnya luar biasa. masyarakat tidak perlu panik,  semua harus bersatu tenang dalam melawan corona ini.

"Kami dari perusahaan tetap berperan aktif dalam upaya pencegahan pendemi penyebaran Covid 19 dan bekerja sama dengan upika kecamatan koto gasib, pembelajaran ini sebagai upaya menjawab kelangkaan dan mahal nya hand sanitizer ini," imbuh bpk Achmad Zulkarnain Administratur PT Kimia Tirta Utama.(mng)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Tak Boleh Non-Tunai, Menaker Tegaskan BHR Ojol Minimal 25%

Menaker wajibkan BHR ojol dan kurir dibayar tunai minimal 25 persen, cair paling lambat tujuh…

9 jam ago

Living World Luncurkan My Living App, Program Loyalitas Terintegrasi Nasional

Living World luncurkan My Living App, program loyalitas digital terintegrasi dengan promo, poin belanja, dan…

10 jam ago

Setahun Berdiri, Gerakan Rakyat Berubah Jadi Parpol

Gerakan Rakyat resmi jadi partai politik. Status Anies Baswedan belum diumumkan, fokus kini pada penyelesaian…

10 jam ago

Tak Boleh Dicicil! Disnaker Pekanbaru Tegaskan THR Harus Cair Penuh Sebelum 8 Maret

Disnaker Kota Pekanbaru tegaskan THR 2026 wajib dibayar penuh sebelum 8 Maret. Perusahaan dilarang mencicil,…

13 jam ago

Catat! Sekolah di Meranti Libur 16–29 Maret, Masuk Kembali 30 Maret

Sekolah di Kepulauan Meranti libur Idulfitri 16–29 Maret 2026. Kegiatan belajar kembali normal pada 30…

14 jam ago

Hutan Mangrove di Bibir Selat Melaka Dirambah, Ancaman Abrasi Mengintai

Sebanyak 3,4 hektare mangrove di Bengkalis dibabat untuk tambak udang. Warga khawatir abrasi pantai makin…

14 jam ago