Categories: Siak

Sanggar Tasek Seminai Siak Tampil di Taman Budaya Pekanbaru

(RIAUPOS.CO) – Jam terbang yang tinggi, membuat Sanggar Tasek Seminai Siak ini menerima tantangan untuk jadi penampil di peringatan Hari Pahlawan Provinsi Riau di Taman Budaya Pekanbaru.

Membawakan tari kontemporer Lengah dalam gelaran di Taman Budaya,  Selasa (10/11) malam, me­mukau para penonton.

Koreografer tarian ini menurut Ketua Sanggar Andrio Saputra yang akrab disapa Doyok, Saputri dan komposer Nurhadi Bayu, sesuai nama tariannya yaitu Lengah, merupakan suatu sifat yang akan merugikan manusia dengan pribadinya, dan manusia dengan manusia lainnya. “Waktu terbuang, kerja menumpuk, berantakan, dan terbengkalai,” sebutnya.

“Orang yang menghargai waktu dan orang yang bekerja adalah orang yang tidak akan pernah merugi,” tambahnya.

Sesuai dengan tema page­laran ini, Perangi Perangai Cuai. Decak kagum penonton atas tampilan para penari terdiri dari lima penari, Novelia Saputri, Mabruriati, Sahira Larashati, Usi Juwita.

“Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pe­nampilan kami. Termasuk Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman,” sebut Andrio.

Ditanya kenapa mereka pantas berada di sana, menurut Andrio, pada awalnya Sanggar Tasek Seminai ini didirikan oleh almarhum abangnya Tarmizi Amd. Ia dulu bekerja sebagai ASN di Dinas Pariwisata Kabupaten Siak.

Karena kecintaan dan keinginannya menjadikan Siak sebagai salah satu pusat budaya Melayu, ia bersama kawan-kawan para penggiat seni Siak, berinisiatif membangun Sanggar Tasek Seminai ini agar bisa menjadi tempat para anak muda berkreativitas dan berkesenian.

Tidak mudah untuk terus membuat sanggar ini tetap aktif, banyak tantangan yang dilalui agar tetap bisa berproses dan menampilkan pertunjukan seni yang terbaik. salah satunya regenerasi, karena saat ini anggota penari masih dalam usia sekolah.

Jadi jika nanti mereka sudah melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah, harus mengajarkan lagi anggota-anggota baru yang siap untuk berkompetisi di iven seni tari dan musik, ditambah lagi dengan  iven dan kompetisi yang tidak berkesinambungan.

Karena dengan adanya iven dan kompetisi tersebut secara tidak langsung dapat memacu semangat untuk menampilkan hasil yang terbaik.

Selain itu, dukungan dari pemerintah juga sangat diharapkan dalam memajukan kesenian Melayu, khususnya untuk selalu aktif melestarikan budaya dan memajukan pariwisata Siak.

Ditanya tentang hal ini, Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman mendukung penuh kreativitas anak muda. Terlebih hal itu membawa nama seni dan marwah Melayu Siak.

“Semoga mereka selalu sukses sebagai penampil. Dan menjadi kebanggaan masyarakat Siak,” ungkapnya.(adv)

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

983 Mahasiswa Baru Ikuti PKKMB UHTP, Mendiktisaintek Tekankan Tridarma Perguruan Tinggi

Sebanyak 983 mahasiswa baru mengikuti PKKMB UHTP 2026. Kegiatan membekali mahasiswa dengan karakter, integritas, dan…

11 jam ago

Hilang Saat Memancing di Sungai Indragiri, Ahmad Diar Ditemukan Meninggal

Ahmad Diar, warga Tembilahan, ditemukan meninggal di Sungai Indragiri setelah dilaporkan hilang saat memancing di…

11 jam ago

Pemko Pekanbaru Gelar Salat Istiska di Tengah Kabut Asap Karhutla

Pemko Pekanbaru menggelar Salat Istiska untuk memohon hujan di tengah kabut asap kiriman akibat karhutla…

11 jam ago

Kabut Asap Pekanbaru Menebal, Jarak Pandang Pengendara Terbatas hingga 3 Kilometer

Kabut asap Pekanbaru makin pekat Rabu pagi dengan jarak pandang 2,5-3 km dan kualitas udara…

12 jam ago

Kapal Ro-Ro Masuk Docking, Pelayanan Penyeberangan Bengkalis Dikeluhkan Pengguna

Pengguna Ro-Ro Bengkalis mengeluhkan antrean hingga 3 jam akibat pengurangan armada yang masuk docking pada…

12 jam ago

Usai Penggeledahan Kejari, Bupati Asmar Pastikan Pemerintahan Meranti Tetap Berjalan

Bupati Meranti Asmar menghormati penyidikan dugaan korupsi anggaran kendaraan dinas, BBM, dan pelumas yang ditangani…

12 jam ago