Pj Gubernur Riau SF Hariyanto didampingi Sekda Rohul Muhammad Zaki menandatangani prasasti tanda diresmikannya dua unit jembatan yang dipusatkan di Dusun Surau Munai, Desa Rambah Hilir Timur, Kecamatan Rambah Hilir, Rabu (31/7/2024). (Prokopim Setda Rohul Untuk Riau Pos)
ROHUL (RIAUPOS.CO) – PENJABAT (Pj) Gubernur Riau SF Hariyanto merespon aspirasi masyarakat Desa Rambah Hilir Timur, Kecamatan Rambah Hilir terhadap kebutuhan pembangunan infrastruktur jalan dalam rangka menunjang kelancaran dalam pendistribusian angkutan produksi pertanian dan perkebunan.
Terutama pembangunan jalan aspal dari simpang jalan provinsi menuju Dusun Ujung Gurab-Surau Munai Desa Rambah Hilir Timur yang saat ini kondisinya masih jalan tanah.
Mantan Sekda Provinsi Riau itu, berjanji di hadapan ratusan masyarakat Kecamatan Rambah Hilir, akan membangun jalan aspal sepanjang 4 (empat) kilometer sesuai yang diminta oleh masyarakat Desa Rambah Hilir Timur pada tahun anggaran 2025.
‘’In Sya Allah, kita bangun jalan aspal sepanjang 4 Km dari Simpang Jalan Provinsi menuju Dusun Ujung Gurab-Surau Munai Desa Rambah Hilir tahun 2025. Saya minta Kadis PUPRPKP Riau Arief untuk mencatat dan memprioritaskan apa yang menjadi aspirasi masyarakat Surau Munai,’’ ungkap Pj Gubri SF Hariyanto menjawab wartawan, Rabu (31/7).
SF Hariyanto menyebutkan, Pemerintah Provinsi Riau mempunyai perhatian yang cukup besar dalam mendukung pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Rohul.(adv)
Polisi dalami kasus lansia tewas di Rumbai, Pekanbaru. Olah TKP kedua dilakukan, empat saksi diperiksa,…
Antrean panjang BBM terjadi di Pekanbaru. Warga rela antre hingga satu jam, bahkan membeli eceran…
Jalan di Lubuk Betung Rohul kini mulus usai diaspal. Warga rasakan manfaatnya dan ucapkan terima…
SPBU Bangkinang tambah pasokan Pertalite hingga 16 ton untuk atasi antrean panjang jelang akhir bulan,…
Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…
Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…