Categories: Rokan Hilir

KLB Malaria di Rohil Masih Bertahan

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) – Kondisi Kejadian Luar Biasa (KLB) Malaria di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) masih bertahan, sejak ditetapkan pada 2024 lalu. Pada rapat lintas sektor penanganan tanggap darurat bencana nonalam KLB Malaria yang berlangsung di Bagansiapiapi, Jumat (21/2) kemarin.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Diskes) Rohil dr Azahrawani mengungkapkan, berdasarkan SK Kepala Diskes Rohil pada 7 Oktober 2024, perihal permohonan penetapan status bencana nonalam Malaria, akhirnya ditetapkan status tanggap darurat nonalam KLB Malaria di Rohil.

“Berdasarkan keputusan Bupati Rohil 22 Oktober 2024,” kata Azahrawani.

Ia menyebutkan, sebenarnya pada tahun 2021 kasus malaria diperkirakan sudah mulai berkembang kembali.

Sebelumnya pada 2018 malaria terjadi di 13 Kecamatan di antaranya Kecamatan Pasir Limau Kapas, Bangko, Sinaboi, Kubu Babussalam, Batu Hampar, Tanah Putih, Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan (TPTM), Bagan Sinembah, Simpang Kanan, Bagan Sinembah Raya, Tanjung Medan dan Kecamatan Balai Jaya.

“Mulai 2018 sampai 2019 itu yang positif malaria ada 74 kasus, pada 2020 meningkat menjadi 1725 kasus. Kemudian pada 2021 kasusnya menurun menjadi 860 kasus,” katanya.

Pada 2022, terangnya, kembali meningkat menjadi 1.711 kasus dan puncaknya pada 2023 terjadi peningkatan dua kali lipat menjadi 2.711 kasus serta pada 2024 turun jadi 2.449 kasus.

Untuk saat ini jumlah ka­sus terus menurun dan memasuki 20 Februari 2025 kemarin, jumlah kasus positif malaria di Rohil tinggal 197 kasus.

Kejadian malaria terdapat di Kecamatan Pasir Limau Kapas sebanyak 91 kasus, Sinaboi 67 kasus, Bangko 25 kasus, Kubu Babussalam 13 kasus dan Balai Jaya satu kasus.

Menurutnya dari kegia­taan zoom meeting yang pernah dilakukan dengan pihak MenpanRB, Mendagri, Kemenkes dan BNPB beberapa waktu lalu diungkapkan yang menjadi permasalahan dan menyebabkan kasus malaria di Rohil kerap terjadi dan belum bebas malaria karena persoalan sampah yang belum dikelola dengan baik.

“Diperlukan peran serta dari lintas sektor untuk mengatasi malaria,” katanya.(fad)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Aslog Kapolri Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Pelalawan

Mabes Polri mengirim 6.000 liter Formula X-Fire untuk memperkuat pemadaman karhutla di Pelalawan, terutama kawasan…

1 hari ago

Kabut Asap Pekanbaru, Sekolah Kembali Tatap Muka Terbatas dengan Wajib Masker

Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…

1 hari ago

Hujan Lebat Guyur Kuansing, Salat Istisqa Dialihkan Jadi Tausyiah dan Doa Bersama

Hujan lebat mengguyur Kuansing sejak Jumat dini hari. Salat Istisqa dialihkan menjadi tausyiah dan doa…

1 hari ago

Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati, Pengasuh Ponpes di Lubuk Dalam Dibekuk

Pengasuh ponpes di Lubuk Dalam, Siak, RS alias KR ditangkap terkait dugaan pencabulan santriwati. Polisi…

1 hari ago

HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Adu Kemampuan

HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…

2 hari ago

PSPS Pekanbaru Tantang PSIS di Laga Pembuka Championship 2026/2027

PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…

2 hari ago