Categories: Kuantan Singingi

Pekerja 20 Tahun Tewas Tertimbun di Lubang PETI, Pemilik Alat Teridentifikasi

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) kembali merenggut nyawa. Seorang pekerja berinisial CNR (20) ditemukan meninggal dunia setelah tertimbun longsoran tanah di lokasi PETI Dusun Sungai Betung, Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah, Jumat (28/11) sekitar pukul 16.00 WIB. Korban sedang bekerja bersama dua rekannya, R (21) dan Y (22), ketika berada di dalam lubang sedalam satu meter untuk menyedot material. Tiba-tiba tebing galian runtuh dan menimpanya. Dua rekannya berhasil menyelamatkan diri lalu meminta pertolongan warga.

Kepala Desa Jake, Mariantoni, yang mendapat laporan warga langsung menuju lokasi bersama masyarakat dan Bhabinkamtibmas. Mereka melakukan penggalian manual hingga akhirnya menemukan korban dalam kondisi tak bernyawa. Sekitar pukul 17.30 WIB, jenazah dibawa ke rumah duka dan dimakamkan malam harinya di TPU Desa Jake.

Kasat Reskrim Polres Kuansing, IPTU Gerry Agnar Timur, memimpin olah TKP bersama Unit Reskrim. Polisi mengamankan barang bukti berupa mesin robin, karpet, dulang, skop, dan ember berisi pasir.

Kapolres Kuansing AKBP Raden Ricky Pratidiningrat SIK MH melalui Kasat Reskrim Iptu Gerry Agnar mengungkapkan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa Polres Kuansing akan menindak tegas aktivitas PETI yang meresahkan dan membahayakan.

“Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Polres Kuansing melakukan penyidikan menyeluruh terhadap praktik PETI ini, termasuk mencari dua rekan korban serta mengejar pemilik dan pemodal. Aktivitas PETI sangat berbahaya, merusak lingkungan, dan menimbulkan risiko tinggi bagi para pekerjanya,” tegasnya.

Polisi juga telah mengantongi identitas pemilik mesin sekaligus pemodal yang diduga berinisial E (37), warga Dusun Sungai Berung, Desa Jake. Penyidik akan memeriksa seluruh pihak yang terlibat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Saat ini, Polres Kuansing masih melengkapi administrasi penyidikan, mencari dua rekan korban yang melarikan diri, mengumpulkan barang bukti tambahan, dan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum untuk proses hukum selanjutnya.

Kapolres kembali mengimbau masyarakat agar tidak terlibat aktivitas PETI karena berisiko tinggi dan merupakan tindak pidana yang akan ditindak sesuai hukum.(dac)

Redaksi

Recent Posts

Aksi Spanduk di Gerbang Sekolah, Kegiatan Belajar di SMPN 2 Batang Peranap Terhenti

Spanduk kecaman terhadap kepala sekolah terpasang di SMPN 2 Batang Peranap. Akibatnya, siswa tak bisa…

18 jam ago

Pasar Murah Kampar Sasar Enam Lokasi, Ini Daftar Komoditasnya

Dinas Perdagangan Kampar gelar operasi pasar di enam titik dengan menyediakan kebutuhan pokok harga terjangkau…

19 jam ago

7 Fungsi Vital Steam Line dan Sanitary Valve dalam Industri Modern

Steam Line dan Sanitary Valve berperan penting mengatur aliran uap (untuk pemanasan/sterilisasi) sekaligus menjamin standar…

19 jam ago

Kapasitas Penyimpanan Kritis, Sistem E-Kinerja Pemkab Meranti Lumpuh Sementara

Server e-kinerja Pemkab Kepulauan Meranti sempat lumpuh akibat kapasitas penyimpanan penuh, Diskominfotik siapkan peningkatan infrastruktur.

20 jam ago

Dari Rp4.700 ke Rp2.700, Harga Kelapa Inhil Anjlok Nyaris 40 Persen

Harga kelapa di Inhil turun hampir 40 persen jadi Rp2.700/kg. Petani terpukul jelang Lebaran dan…

20 jam ago

Pro-Kontra Penutupan Jembatan Sungai Sinambek di Sentajo Raya

Jembatan Sungai Sinambek yang sempat ditutup karena rusak parah kembali dibuka warga, Bupati Kuansing ancam…

20 jam ago