Categories: Kuantan Singingi

Polres Kuansing Gencarkan Razia PETI di Desa Kopah

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Upaya polisi dalam menyelamatkan lingkungan dan antisipasi bahaya zat merkuri di sungai terus dilakukan. Kali ini Satuan Reskrim Polres Kuansing kembali melaksanakan penindakan penambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Kopah, Kecamatan Kuantan Tengah, Ahad (28/1).

Dalam penertiban PETI yang dipimpin oleh Kanit Tipidter Ipda Hainur Rasyid SH bersama 5 personel Opsnal Sat Reskrim Polres Kuansing menyisir Desa Kopah, Kecamatan Kuantan Tengah. Dalam penyisiran itu, ditemukan beberapa perkakas diduga alat untuk melakukan aktivitas PETI.

Kapolres Kuansing AKBP Pangucap Priyo Soegito SIK MH melalui Kasat Reskrim  AKP Linter Sihaloho SH MH kepada wartawan, Senin (29/1) mengatakan, ada laporan masyarakat bahwa di daerah tersebut dijadikan tempat penambangan emas ilegal.

‘’Saat sampai di lokasi diduga adanya jenis dompeng darat namun tidak ditemukan pekerja PETI tersebut dan peralatannya, karena telah dibongkar pemiliknya, yang tinggal hanya papan asbuk sebanyak 2 paket. Kami melihat, lahan ini diduga sebelumnya dijadikan daerah aktivitas PETI,’’ kata Linter.

Untuk menghindari akan adanya aktivitas kembali, menurut Linter, pihaknya melakukan penindakan pemusnahan dan merusak papan asbuk tersebut dengan cara dibakar agar tidak dapat digunakan lagi.

‘’Kami akan terus melakukan razia PETI.  Dan kami memberikan imbauan agar masyarakat sekitar lokasi PETI untuk tidak melakukan aktivitas PETI lagi.  Kami juga melakukan koordinasi dengan perangkat desa maupun masyarakat tempatan agar selalu menginformasikan kepada pihak kepolisian apabila ada aktivitas PETI di daerahnya masing-masing,’’ kata Linter.

Linter menegaskan, apabila ditemukan aktivitas PETI di wilayah hukum Polres Kuansing akan dilakukan penindakan tegas. Karena, selain merusak lingkungan, juga akan membahayakan diri sendiri.(hen)

Laporan MARDIAS CAN, Telukkuantan

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

Ratusan warga Bengkalis menyerbu pasar murah Minyakita dan beras SPHP. Stok cepat habis, pemerintah siapkan…

24 jam ago

267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan

Sebanyak 267 pedagang pasar subuh mendukung relokasi sementara untuk penataan Pasar Induk Tembilahan agar lebih…

1 hari ago

Remaja 13 Tahun Diduga Terseret Arus di Sungai Kampar, Pencarian Masih Berlangsung

Remaja 13 tahun dilaporkan tenggelam di Sungai Kampar kawasan Kuok. Tim BPBD bersama warga masih…

1 hari ago

SMAN 1 Kuantan Hilir Tumbangkan Runner Up HSBL 2025 di Laga Perdana

HSBL 2026 resmi dimulai di Telukkuantan dengan duel panas dua rival lama, SMAN 1 Kuantan…

1 hari ago

Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan

Diskes Riau memastikan belum ada kasus hantavirus di Riau dan mengimbau masyarakat tetap waspada serta…

1 hari ago

Bandara SSK II Tetap Normal saat Long Weekend, Belum Ada Lonjakan Penumpang

Aktivitas penumpang di Bandara SSK II Pekanbaru saat long weekend Kenaikan Isa Almasih masih normal…

2 hari ago