Petugas memantau ketinggian air di tugu pengukuran debit air di Desa Lubuk Ambacang, Kecamatan Hulu Kuantan, Sabtu (4/5/2024). (MARDIAS CAN/RIAU POS)
TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – SEMPAT naik di angka 6.25 meter sehari sebelumnya, kini ketinggian air Sungai Kuantan sudah surut. Bahkan saat ini sudah di angka 4.14 meter.
Petugas Wilayah Sungai Sumatera III Provinsi Riau, Erianto kepada Riau Pos, Ahad (5/5) menyebutkan, tingginya debit air Sungai Kuantan sehari sebelumnya disebabkan oleh curah hujan tinggi yang terjadi di Kuansing dan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
‘’Data dari tugu pengukuran debit air Sungai Kuantan memperlihatkan adanya penyusutan debit air sekitar 1,6 meter. Namun, cuaca di Kuansing saat ini masih turun hujan di sebagian wilayah. Kita berharap curah hujan di Sumbar tidak tinggi, sebab yang paling berpengaruh itu curah hujan di Sumbar,’’ kata Erianto.
Sungai Kuantan ini, kata Eriranto, bermuara di tiga sungai besar di Sumbar, masing-masing Sungai Ombilin, Sungai Sinamar dan Sungai Batang Palangki. Apabila tiga sungai ini meluap, maka Kuansing akan banjir.
‘’Kalau di angka 4 meter ini. Tidak banyak daerah yang terkena banjir. Hanya daerah-daerah yang rendah. Tapi kalau sudah melewati angka 5 meter, dipastikan akan menggenangi ratusan rumah di bagian hilir Kuansing. Nah, yang terjadi kemarin, itu hanya banjir lewat, durasinya tidak lama,’’ sebut Erianto.
Terkait jumlah rumah yang terendam banjir di beberapa daerah, Kalaksa BPBD Kuansing, Yulizar menyebutkan, luapan Sungai Kuantan kali ini tidak separah yang terjadi sebelumnya.
‘’Memang ada beberapa daerah yang tergenang banjir. Namun tidak terlalu banyak. Anggota hari ini sedang melihat ke daerah-daerah bagian hilir. Sebagian rumah memang nampak terendam. Sekarang kami sedang mengumpulkan data, berapa rumah dan daerah mana saja yang terendam,’’ kata Yulizar.
Hingga saat ini, lanjut Yulizar, belum ada laporan dari pemerintah desa dan kecamatan terkait parahnya banjir yang terjadi di Kuansing.
‘’Sekarang sudah jauh surut. Diperkirakan tidak ada lagi rumah yang terendam. Namun, kami juga tetap mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada. Terutama masyarakat bagian hilir,’’ kata Yulizar.(hen)
Laporan MARDIAS CAN, Telukkuantan
Sebanyak 1.608 PPPK Paruh Waktu di Rohul belum menerima gaji Januari 2026 karena masih dalam…
DPRD Kepulauan Meranti menegaskan penolakan rencana kenaikan tarif ferry yang dinilai sepihak dan belum melalui…
Pemko Pekanbaru mendorong penerapan sistem ducting atau jaringan bawah tanah setelah insiden tumbangnya tiang fiber…
MPP Inhil menambah layanan haji dan umrah. Masyarakat kini bisa mengurus keperluan ibadah secara mudah…
Polisi mengamankan 29 sepeda motor saat patroli balap liar di Simpang Garoga, Duri, guna menjaga…
Unri bersama Tanoto Foundation membangun sistem digital soft skills mahasiswa terintegrasi, terukur, dan menjadi bagian…