Categories: Kepulauan Meranti

Lifting Bertambah, DBH Turun Lebih dari 50 Persen

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengeluhkan penerimaan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas 2024 yang turun drastis. Jika tahun lalu DBH Migas Rp115 miliar, tahun ini hanya mendapat Rp59 miliar.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti Bambang Suprianto saat menghadiri kunjungan kerja Badan Anggaran (Banggar) DPR RI ke Provinsi Riau di Pekanbaru, Selasa (26/3). “Tahun ini DBH Migas Meranti mengalami penurunan terbesar, DBH yang bakal diterima hanya Rp59 miliar saja, tahun sebelumnya Rp115 miliar,” ujar Bambang.

Angka tersebut, kata Bambang, berbanding terbalik dengan jumlah lifting migas Meranti yang cenderung bertambah setiap tahunnya. Jika di 2023 lifting Migas Meranti 1,9 juta barel di 2024 ini naik menjadi 2,240 juta barel.

“Tapi DBH yang diterima Meranti turun hampir 50 persen. Inilah yang menjadi persoalan bagi kami sebagai daerah penghasil migas,” tukasnya.

Sekda juga menjelaskan daerahnya tidak menerima bagi hasil dari kelapa sawit. Itu dikarenakan pemerintah pusat menilai Meranti tidak berbatasan langsung dengan kabupaten penghasil sawit.

“Kami sudah bicarakan, Kepulauan Meranti berbatasan dengan selat bukan dengan kabupaten, karena dulunya merupakan sebuah kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Bengkalis,” terangnya.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Biro Tata Pemerintahan Pemprov Riau, untuk menyurati Sekjen Kementerian Dalam Negeri. “Kiranya apa yang menjadi keluhan kami ini mendapat perhatian dari pemerintah pusat, terutama Banggar DPR RI,” tegasnya.

Pj Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan, realisasi alokasi dana transfer daerah dan dana desa untuk Riau mengalami penurunan signifikan. Dengan begitu, ia berharap pemerintah pusat dan DPR RI dapat meningkatkan perhatiannya terhadap Riau.

“Data Pemprov Riau, tren realisasi alokasi dana transfer ke daerah (TKD) untuk Riau cenderung turun dari tahun ke tahun. Kami berharap pemerintah pusat dan DPR RI dapat meningkatkan perhatiannya ke daerah penghasil,” katanya.

Kunjungan kerja Banggar DPR RI tersebut dalam rangka memantapkan masukan, saran dan rekomendasi tentang kebijakan penerimaan pengalokasian dana transfer ke daerah serta dana desa dalam APBN.(gem)

Laporan WIRA SAPUTRA, Selatpanjang

Redaksi

Recent Posts

Kasus Perampokan Maut di Rumbai, Polisi Kantongi Petunjuk Pelaku

Polisi dalami kasus lansia tewas di Rumbai, Pekanbaru. Olah TKP kedua dilakukan, empat saksi diperiksa,…

2 hari ago

Antrean BBM Mengular di Pekanbaru, Warga Rela Tunggu Hingga Tengah Malam

Antrean panjang BBM terjadi di Pekanbaru. Warga rela antre hingga satu jam, bahkan membeli eceran…

2 hari ago

Jalan Mulus, Warga Lubuk Betung Ramai-ramai Ucapkan Terima Kasih ke Pemkab Rohul

Jalan di Lubuk Betung Rohul kini mulus usai diaspal. Warga rasakan manfaatnya dan ucapkan terima…

2 hari ago

Cegah Kelangkaan Pertalite, SPBU Bangkinang Tambah Pasokan hingga 16 Ton

SPBU Bangkinang tambah pasokan Pertalite hingga 16 ton untuk atasi antrean panjang jelang akhir bulan,…

4 hari ago

Jemaah Calon Haji Kuansing Meninggal Saat Momen Pelepasan, Jenazah Dimakamkan di Kampung Halaman

Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…

5 hari ago

Fakta Baru Kasus Korupsi Riau, Satpam Ngaku Antar Duit Rp300 Juta

Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…

5 hari ago