Categories: Kampar

Masyarakat Desa Terantang Demo di Polres Kampar

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Sejumlah masyarakat Desa Terantang, Kecamatan Tambang me­nyampaikan aspirasi erkait kejadian bentrok berdarah 19 Juni 2022 lalu di Mapolres Kampar, Senin (25/7).  Koordinator massa Hafis menyampaikan perkara ini sudah berjalan lebih 1 bulan, namun otak pelaku belum terungkap.

"Kami hanya meminta otak pelaku ditangkap, karena banyak ibu-ibu dan anak-anak yang trauma akibat dampak dari bentrok," katanya.

Hafis mengatakan, jika aspirasi yang mereka sampaikan tidak digubris, maka mereka akan bermalam di depan Polres Kampar. "Kami minta kepastian dan kejelasan perkara ini," tegasnya.

Satu warga yang demo, Ihkwan berharap masalah di Desa Terantang menjadi  perhatian penting bagi Polres Kampar. Karena dalam hal ini banyak korban yang dipukul oleh oknum preman bayaran.

"Karena itulah masyarakat datang ke sini untuk meminta keadilan dan juga pelaku utama yang membayar preman diproses serta ditahan," ungkapnya.

Kapolres Kampar AKBP Didik Priya Sambodo menyampaikan pihaknya berkoordinasi dengan Kejari Kampar.

"Kami berkoordinasi dengan Kejari Kampar. Mudah-mudahan berkasnya bisa segera diserahkan ke Kejaksaan," jelas Didik Priya Sambodo.

Didik Priya Sambodo menambahkan, kasus ini menjadi atensi pihak Polres dan Kejaksaan.

Berkaitan tuntutan dari masyarakat Desa Terantang untuk aktor intelektual kerusuhan dan pengrusakan kemarin, Kapolres menyampaikan sampai sekarang belum memiliki bukti yang kuat sehingga masih didalami.

Hingga kini, Polres Kampar telah mengamankan 17 orang yang diduga terlibat dalam tindakan
kekerasan secara bersama-sama yang terjadi di kebun Koperasi Iyo Basamo. Ke-17 orang itu yakni, AA (27) warga Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, PL (37) warga Kelurahan Maharatu, Kecamatan Marpoyan, Kota Pekanbaru, RF (51) warga Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, YB warga Kabupaten Ende, Provinsi NTT.

Kemudian AL (53) warga Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, AR (23) warga Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, AF (42) warga Kepenuhan Hulu, Kabupaten Rokan Hulu, SS (40) warga Desa Terantang, Kecamatan Tambang, AS (23) warga Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, AF (21) warga Desa Terantang, Kecamatan Tambang, GS (31) warga Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, SM (26) warga Kabupaten Ende, Provinsi NTT, HY (50) warga Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, AI (42) warga Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, MH (43) warga Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, AD (30) warga Kota Batam, dan NR (45) warga Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru.(kom)

Edwir Sulaiman

Share
Published by
Edwir Sulaiman

Recent Posts

25 Dapur MBG Dibangun di Daerah 3T Inhu, Sekda Turun Langsung Meninjau

Pemkab Inhu membangun 25 dapur SPPG MBG di daerah 3T tahun 2026. Sekda Inhu meninjau…

1 hari ago

Bupati Kuansing Optimalkan Lahan Bekas Tambang untuk Ketahanan Pangan

Pemkab Kuansing berkomitmen mengubah bekas lahan tambang menjadi pertanian produktif demi mendukung IP 200 dan…

1 hari ago

Bupati Siak Teken Komitmen Manajemen Talenta ASN Bersama BKN

Pemkab Siak menandatangani komitmen manajemen talenta ASN bersama BKN untuk memperkuat sistem merit dan menempatkan…

1 hari ago

Tumpukan Limbah Kayu Ancam Sungai Bukit Batu Bengkalis

Tumpukan limbah kayu mencemari Sungai Bukit Batu Bengkalis. Warga khawatir dampak lingkungan dan mendorong penyelesaian…

1 hari ago

UMK Meranti 2026 Belum Berjalan Optimal, Pemkab Meranti Siapkan Aturan Khusus

Penerapan UMK 2026 di Meranti dinilai belum optimal. Pemkab pun menyiapkan Perbup sebagai aturan teknis…

1 hari ago

PSMTI Riau Matangkan Persiapan Musprov V, Pemilihan Ketua Jadi Agenda Utama

PSMTI Riau akan menggelar Musprov V akhir pekan ini di Pekanbaru untuk memilih ketua definitif…

1 hari ago