Categories: Kampar

Bisa Swasembada dalam Dua Tahun

KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Riau Drs Yusri MSi optimis Kabupaten Kampar bisa mencapai swasembada beras dalam dua atau tiga tahun ke depan. Namun untuk mencapai target itu, setidaknya dua syarat mutlak harus berjalan beriringan.

''Pertama, petani padi kita harus berpikir menanam pandi untuk industri, untuk bisnis, tidak lagi hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan beras di rumah. Petani kita dari dulu begitu, menanam hanya untuk kebutuhan pribadi. Kadang, selagi masih ada beras di rumah, mereka belum akan menanam lagi di ladang. Pola seperti ini yang harus dirubah,'' ungkap Yusri.

Untuk merubah pola menanam padi ke arah bisnis centris itu sudah dimulai oleh KTNA Riau di Kampar dengan menanam bibit padi unggul dan khusus. Tahun ini menurut Yusri sudah ada petani yang sudah menanam dua kali. Seperti di Desa Pulau Birandang, Kecamatan Tambang.

''Yang kedua untuk mencapai swasembada itu adalah dukungan pemerintah. Para petani tentu fokus bertani, tapi kebijakan ada di pemerintah,'' ujar Yusri, yang kendati menjabat Sekretaris Daerah (Sekda), namun memposisikan diri sebagai petani pada kesempatan Rabu (18/8).
 
Menurut Yusri, swasembada beras di Kampar bukan hal yang tidak mungkin. Hal itu jika melihat rasio jumlah penduduk dan luas lahan tanam padi yang ada saat ini. Bahkan menurut Yusri, dengan dukungan teknologi dan bibit unggul saat ini, lahan yang sudah ada saja sudah mencukupi untuk mencapai cita-cita tersebut.

 Yusri menyebutkan, saat ini untuk swasembada beras tidak lagi berbicara soal seberapa luas laham lagi. Tapi petaninya yang harus mau dan tentunya, ada dukungan penuh pemerintah sebagai penyokong.

 ''Saya yakin, dengan kondisi saat ini, menanam dua kali saja dalam setahun, petani Kampar sudah bisa jual beras. Lihat petani beras di Sumbar, mereka tanam padi, kita juga tanam padi. Kita masih begitu-begitu saja, tapi mereka kaya. Kenapa, karena mereka tanam padi sampai tiga kali setahun, mereka nanam dengan pola industri, menanam pandi untuk bisnis, untuk dijual,'' sebut Yusri. (kom)

Laporan HENDRAWAN KARIMAN, Bangkinang

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Oknum Guru Diduga Lecehkan Siswi SMAN di Pekanbaru, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Oknum guru di salah satu SMAN Pekanbaru diduga melakukan pelecehan terhadap siswi saat kegiatan sekolah…

2 hari ago

THR Wajib Dibayar H-7 Lebaran, Disnaker Bengkalis dan Kuansing Buka Posko Pengaduan

Disnaker Bengkalis dan Kuansing menetapkan pembayaran THR pekerja paling lambat H-7 Idulfitri 1447 H dan…

2 hari ago

Bukber Ala Timur Tengah, Whiz Prime Hotel Hadirkan Iftar Sahara Mulai Rp115 Ribu

Whiz Prime Hotel Sudirman Pekanbaru hadirkan program Iftar Sahara dengan menu Timur Tengah dan Nusantara…

2 hari ago

Kolaborasi Lawan Stunting, PTPN IV PalmCo Intervensi Gizi Anak di Rokan Hulu

PTPN IV PalmCo melalui Regional III menggulirkan program intervensi stunting bagi 100 anak di Rohul…

2 hari ago

Emosi Dipicu Knalpot Bising, Pria di Inhil Bacok Tetangga Sendiri

Gara-gara knalpot motor bising, seorang siswa di Tempuling, Inhil dibacok tetangganya. Pelaku berhasil ditangkap polisi…

2 hari ago

Aksi Spanduk di Gerbang Sekolah, Kegiatan Belajar di SMPN 2 Batang Peranap Terhenti

Spanduk kecaman terhadap kepala sekolah terpasang di SMPN 2 Batang Peranap. Akibatnya, siswa tak bisa…

3 hari ago