Categories: Kampar

Kadiskes Kampar Zulhendra Das’at Besuk Pasien Penderita Epilepsi

PEKANBARU (RIAUPOS.C0) – Sejak mendapatkan perawatan intensif di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, pasien penderita epilepsi warga Sukamulya Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar, Fenni Shofiyah mengalami kenaikan berat badan (BB) sekitar 7 ons. Pasien yang tidak bisa makan dan bicara tersebut, mendapatkan perhatian serius Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar.

Kepala Dinas Kesehatan Kampar Dr Zulhendra Das'at mengatakan, bahwa berdasarkan pantauannya langsung bersama Kabid Yankes Alimora dan Kasi Pembiayaan, Zoelmi Wardi di Rumah Sakit Arifin Ahmad Pekanbaru, pasien Fenni Shofiyah yang sudah dirawat beberapa hari yang lalu, sudah mengalami kenaikan berat badan.

‘’Dari informasi yang kami dapat, berat badan pasien Fenni Shofiyah  meningkat sekitar 7 ons,’’ ungkap Zulhendra, Selasa (5/7/2022).

 Zulhendra mengatakan, Fenni Shofiyah merupakan pasien yang menderita penyakit epilepsi sejak berumur 5,5 tahun yang lalu. Informasi dari orang tuanya, penyakit epilepsi yang dideritanya akibat terjatuh sewaktu main di sekolahnya.

‘’Sejak kejadian terjatuh tersebut, Fenni Shofiyah tidak bisa makan dan bicara. Karena tidak bisa makan, maka Fenny mengalami kekurangan energi protein, dan kondisi tubuhnya semakin lama semakin melemah,’’ ungkap Zulhendra.

Zulhendra juga mengatakan, bahwa dari informasi orang tuanya juga, sewaktu kecilnya, Fenni Shofiyah sudah mendapatkan imunisasi yang lengkap dari posyandu. Namun surat-surat pengobatannya hilang, karena Fenni Sfofiyah rumahnya selalu berpindah-pindah.

‘’Terakhir, bersama ibunya Kaerani, pasien Fenni Shofiyah berdomisili di RT.013/ RW.05 Dusun 3 Sido Makmur Desa Sukamulya Kecamatan Bangkinang,’’ ungkap Zulhendra menceritakan apa yang disampaikan orang tua Fenni saat membesuk Fenni di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

Zulhendra juga mengimbau, kepada seluruh masyarakat Kampar, khususnya kaum ibu-ibu yang memiliki balita, agar membawa balitanya ke posyandu untuk mendapatkan imunisasi yang lengkap dan menimbang berat badan balita secara rutin.

‘’Seluruh balita harus mendapatkan imunisasi yang lengkap dan melakukan penimbangan berat badan untuk mengetahui pertumbuhan balita dan antisipasi penyakit secara dini. Sehingga penyakit-penyakit yang dapat menyerang balita, dapat kita hindari dan minimalisir secara dini,’’ ungkap Zulhendra.

 

Zulhendra  menjelaskan, Dinas Kesehatan Kampar juga bekerja sama dan bersinergi dengan klinik dan praktek swasta yang sudah mendapatkan izin dari pemerintah untuk pemberian imunisasi yang lengkap bagi balita. Masyarakat juga bisa melakukan imunisasi di klinik dan tempat praktek swasta yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Kesehatan Kampar.

 "Semua balita diharapkan mendapatkan imunisasi yang lengkap dan melakukan penimbangan berat badan balita secara rutin. Sehingga kita dapat mengetahui dan mengantisipasi penyakit balita secara dini," ungkap Zulhendra.

 

 

Laporan: Kamaruddin (Bangkinang)

Editor: Edwar Yaman

 

 

 

 

 

 

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

8 jam ago

DPRD Kepulauan Meranti Jadwalkan Pengesahan Dua Ranperda

DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…

9 jam ago

Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…

9 jam ago

Diserahkan Menteri PPPA, Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho Sabet Penghargaan Nasional

Ketua TP PKK sekaligus Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho meraih penghargaan Apresiasi Swara Cantika…

9 jam ago

BMKG Deteksi 71 Titik Panas di Riau, 10 Daerah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

BMKG mencatat 3.227 titik panas di Sumatera dengan 71 titik berada di Riau. Peringatan dini…

10 jam ago

Dampak Asap Karhutla Makin Pekat, Pemkab Kuansing Liburkan Sekolah Dua Hari

Kualitas udara di Kuansing nyaris menyentuh level sangat tidak sehat. Disdikpora Kuansing memutuskan kembali menerapkan…

21 jam ago