Categories: Kampar

Berbagai Komunitas Rayakan Hari Lingkungan Hidup

KAMPAR (RIAUPOS.CO) –  Menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dieringati setiap tanggal 5 Juni, empat komunitas penggiat alam di Riau melaksanakan berbagai kegiatan, Sabtu (4/6/2022). Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Padang Sawah, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar ini juga disiarkan secara langsung di media sosial.

Empat komunitas tersebut yakni, Komunitas Pegiat Konservasi Riau (KPKR), Srikandi Pendaki Gunung Indonesia (SPGI), Jungle Ghost Warrohe Blood Indians Riau dan komunitas setempat yakni Pemuda Pencinta Alam (PAPALA) Padang Sawah). Jika Papala berasal dari desa tersebut, maka tiga komunitas lainnya berdomisili di Kota Pekanbaru dan sengaja datang ke Padang Sawah untuk melakukan kegiatan tersebut.

Koordinator kegiatan, Defri Gunawan menyebutkan, sebelum pelaksanaan, kegiattan diawali dengan pertemuan lintas komunitas tersebut. Dilanjutkan dengan persiapan hingga keberangkatan dan aksi di lapangan. Aksi yang dibuat di lapangan tersebut antara lain, Bincang Konservasi bersama masyarakat dan disiarkan secara langsung di medsos, konser musik hijau dan penanaman pohon, serta kemping bersama.

"Semua atas kesepakatan bersama. Sebetulnya kami ingin mengajak komunitas lain untuk bergabung. Tapi karena waktunya sudah mepet, kami buat bersama siapa saja yang bisa ikut serta. Tapi, bukan berarti komunitas lain tidak boleh bergabung bersama kami, sangat boleh. Kemping bareng ramai-ramai ini yang kami tunggu. Pelaksananya saja yang empat komunitas, selebihnya asyik-asyik saja dan yok bergerak untuk lingkungan dan konservasi," kata Defri.

 Konservasi menghadirkan empat pembincang dengan tema "Harmonisasi Alam dan Budaya untuk Kesejahteraan Masyarakat". Empat pembincang tersebut yakni, Kasmono (Ketua Papala Padang Sawah), Yanda Rahmanto (Ketua Jungle Ghost Warrohe Blood Indians), Fadli Abdirizal (Ketua KPKR) dan Butet Siregar (Ketua SPGI). Keempatnya berusaha menyampaikan pentingnya harmonisasi antara alam dan budaya bagi masyarakat, serta memperkenalkan konservasi kepada kaum muda. Bincang Konservasi ini dipandu Nuramelia dari SPGI.

Bincang konservasi ini dilaksanakan di tepian Sungai Subayang di Desa Padang Sawah tersebut, tepatnya di lapangan berumput hijau yang luas. Tempat ini sekaligus menjadi lokasi kemping dan penanaman pohon yang dilaksanakan pagi ini, Minggu (5/6). Kegiatan ini disambut baik oleh masyarakat melalui Kepala Dusun setempat, Ridho.

"Kami senang kegiatan ini bisa dilaksanakan di Padang Sawah. Kita memang harus bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap letsrai dan menjaga budaya dan kearifan lokal agar tetap terjaga," kata Ridho.(kun)

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Satu Lokasi, Banyak Layanan: MPP Inhil Permudah Urusan Haji dan Umrah

MPP Inhil menambah layanan haji dan umrah. Masyarakat kini bisa mengurus keperluan ibadah secara mudah…

5 jam ago

Patroli Malam Polisi Gagalkan Balap Liar, 29 Motor Diamankan

Polisi mengamankan 29 sepeda motor saat patroli balap liar di Simpang Garoga, Duri, guna menjaga…

7 jam ago

Unri Gandeng Tanoto Foundation Kembangkan Digitalisasi Soft Skills Mahasiswa

Unri bersama Tanoto Foundation membangun sistem digital soft skills mahasiswa terintegrasi, terukur, dan menjadi bagian…

10 jam ago

Dukung BRK Syariah, Pemprov Riau Terapkan Aturan Wajib bagi Investor

Pemprov Riau mewajibkan investor menyimpan dana di BRK Syariah sebagai langkah memperkuat bank daerah dan…

10 jam ago

Revitalisasi Lamban, Pedagang Harap Pasar Bawah Beroperasi Jelang Ramadan

Pedagang mendesak Pasar Bawah Pekanbaru segera dioperasikan sebelum Ramadan setelah dua tahun revitalisasi belum juga…

10 jam ago

Sumbang 4 Medali ASEAN Para Games, Pendidikan Atlet Difabel Digratiskan Pemkab Rohul

Pemkab Rohul menggratiskan pendidikan atlet difabel Niken hingga Paket C serta memberi uang pembinaan atas…

10 jam ago