KALUNGKAN TANDA PENGENAL: Kepala SDN 028 Kelurahan Pematang Reba Isro’i mengalungkan tanda pengenal kepada perwakilan murid pada pelaksanaan MPLS, Senin (15/7/2024). (KASMEDI/RIAU POS)
RENGAT (RIAUPOS.CO) – PELAKSANAAN masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) berjalan lancar. Namun di tingkat sekolah dasar (SD) terutama untuk kelas 1, para orangtua masih terlihat menunggu anaknya.
Kepala Disdikbud Kabupaten Inhu Kamaruzaman SSos MSi ketika dikonfirmasi melalui Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar pada Disdikbud Inhu DR Anto SSos MSi membenarkan, pelaksanaan MPLS berjalan lancar. ’’Pada hari pertama masuk sekolah dengan agenda MPLS, berjalan lancar,’’ ujar Anto, Senin (15/7).
Menurutnya, pelaksanaan MPLS tingkat SMP akan berlangsung selama tiga hari ke depan. Pada pelaksanaan MPLS, masing-masing sekolah sudah menyiapkan materi yang diberikan kepada pelajar baru atau kelas 7.
Pada hari pertama, pihaknya juga belum ada menerima laporan ada kejanggalan atau kendala dalam pelaksanaan MPLS. ‘’Alhamdulillah, belum ada pihak sekolah atau orangtua murid melaporkan tentang masalah pelaksanaan MPLS,’’ ungkapnya.
Untuk itu, harapnya, selama pelaksanaan MPLS hendaknya pihak sekolah tetap mengacu kepada program-program yang berkaitan dengan lingkungan sekolah serta kegiatan di sekolah. Sehingga setelah pelaksanaan MPLS, peserta didik baru sudah dapat mengenali sekolah dengan baik.
Ketua Komite SDN 028 Kelurahan Pematang Reba, Teguh Suharto mengatakan, pihaknya bersama sekolah belum menggelar rapat. Dimana, seperti tahun-tahun sebelumnya mengagendakan rapat tentang pembelian seragam.
‘’Tadi saya datang dan juga ikut upacara bendera tetapi rapat tentang pembelian seragam murid, saya minta tunda dulu,’’ ucapnya.
Selaku Ketua Komite, dirinya berharap agar pihak sekolah selama sepekan ke depan lebih fokus kepada kegiatan MPLS. ‘’Anak-anak masih baru mengenal sekolah hingga masih ada orangtua yang masih menunggu,’’ harapnya.(hen)
Laporan KASMEDI, Rengat
PUPR Kuansing mulai memperbaiki Jalan Pasar Modern Telukkuantan yang rusak dan berlubang menjelang Iduladha.
JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.
Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.
Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…
PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…
Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…