Categories: Bengkalis

Prestasi Atlet Menurun, Pembinaan KONI Dipertanyakan

BENGKALIS(RIAUPOS.CO)-Meski Pekan Olahraga Provinsi Riau (PORPROV) X di Kabupaten Kuantan Sengingi (Kuansing) dilaksanakqn 2021, namun sejumlah insan olahraga, khususnya Bengkalis,  mulai kasak-kusuk membaca kekuatan dan peluang untuk mempertahankan gelar juara umum.
Seperti diketahui pada Porprov VIII 2014 di Indragiri Hulu, KONI Bengkalis, di bawah kepemimpinan Herman Ahmad berhasil merebut juara Umum dengan perolehan 46 Emas, 32 Perak, dan 40 Perunggu.

Prestasi itu kemudian dipertahankan dan dipertajam oleh KONI Bengkalis, di bawah kepemimpinan Syaukani, pada Porprov IX Kampar, dengan raihan 86 Emas, 58 Perak, dan 80 Perunggu.

Mantan Atlet Nasional cabang Tenis Meja, Victor Anderson Tumangkeng, yang juga Ketua Pengkab PBSI Bengkalis, mengatakan bahwa penurunan prestasi atlet  tersebut dapat kita baca dari Porwil X yang lalu di Bengkulu.
“Memang saat ini, atlet Bengkalis masih tetap mendominasi perolehan medali kontingen Riau, tapi kalau kita lihat data statistik secara nyata terlihat, bahwa  telah terjadi kemerosotan. Pada Porwil X di Bengkulu, kita hanya menyumbang 15 medali emas, dari 35 medali emas yang diperoleh Riau atau sekitar 42, 86 persen,” jelas Victor Anderson.

Sementara pada Porwil IX, di Bangka Belitung, kata dia, Bengkalis menyumbang 19 medali emas dari 38 medali emas yang diperoleh Riau, atau 50 persen.
Bahkan jika ditotal, secara keseluruhan, sumbangan Bengkalis pada porwil X di Bengkulu hanya 37,89 persen dari total 35 medali yang diraih Bengkalis.

Karena Riau meraih 95 medali dari 11 cabang olahraga yang diikuti.
Sementara pada Porwil sebelumnya, Bengkalis menyumbang 47,25 persen atau 43 medali dari total 91 medali yang diperoleh Riau, dari sepuluh cabang olahraga.
Kata Victor lagi, jika  dilihat dari jumlah atlet, justru pada Porwil X, Bengkalis lebih banyak mengirim atlet.Yaitu sebanyak 42 atlet, sementara pada porwil sebelumnya di Babel KONI Bengkalis hanya mengirimkan 31 atlet. “Sebagai masyarakat pecinta olahraga, kita tentu sangat risau dengan keadaan ini. Apalagi jika dihubungkan dengan event Porprov 2021,” ucap Victor.

Kerisauan yang sama juga diungkapkan salah satu pengurus cabang olahraga (cabor) Kabupaten Bengkalis, M Junaidy. Pria yang lebih akrab disapa dengan Edi ini mengaminkan soal penurunan kualitas atlet Bengkalis tersebut.
“Kita prihatin dengan keadaan ini, dan pada hemat saya, ini disebabkan karena KONI Bengkalis, belum berhasil menentukan prioritas pembinaan. Banyak cabor yang menjadi pendulang medali kurang mendapat perhatian, dan sebaliknya, cabor yang bukan penyumbang medali mendapat perhatian lebih.

“Ironisnya, perhatian lebih itu diberikan, bukan karena prestasi, tapi karena kedekatan,” jelas peria yang akrab disapa Edi ini.
KONI perlu memperbaiki ini, khususnya dalam menghadapi porprov yang akan datang. “Yang membuat kita heran, penurunan ini terjadi, justru disaat Pemda memberikan dukungan maksimal.Jika kita bandingkan dengan anggaran sebelumnya, anggaran KONI periode ini justru lebih besar,” kata Edi.

Lebih jauh Edi mengatakan, bahwa kegagalan menentukan prioritas itu terlihat dari dukungan peralatan yang diberikan kepada cabor dalam anggaran 2019. “Cabor yang berprestasi justru tak mendapat dukungan peralatan. Sementara, cabor yang minim prestasi mendapat dukungan yang luar biasa.

“Ada apa dengan KONI Bengkalis?” tanya Edi yang juga mantan Wakil Ketua Bidang Sarana dan Prasarana KONI Bengkalis periode 2015 – 2019.

Edi berharap KONI kembali fokus dalam pembinaan atlet, melalui pengkab cabor terkait. Selama ini, menurut Edi, KONI kurang berorientasi prestasi dalam memberikan dukungan kepada Pengkab. “Banyak Pengkab Cabor yang kurang berprestasi justru mendapat bantuan lebih besar dari pengkab yang berprestasi. Kita tak tahu, apa ukurannya. KONI harus segera berbenah,” pungkas Edi.

Editor: Deslina
Sumber: jawapos.com

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Aslog Kapolri Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Pelalawan

Mabes Polri mengirim 6.000 liter Formula X-Fire untuk memperkuat pemadaman karhutla di Pelalawan, terutama kawasan…

2 hari ago

Kabut Asap Pekanbaru, Sekolah Kembali Tatap Muka Terbatas dengan Wajib Masker

Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…

2 hari ago

Hujan Lebat Guyur Kuansing, Salat Istisqa Dialihkan Jadi Tausyiah dan Doa Bersama

Hujan lebat mengguyur Kuansing sejak Jumat dini hari. Salat Istisqa dialihkan menjadi tausyiah dan doa…

2 hari ago

Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati, Pengasuh Ponpes di Lubuk Dalam Dibekuk

Pengasuh ponpes di Lubuk Dalam, Siak, RS alias KR ditangkap terkait dugaan pencabulan santriwati. Polisi…

2 hari ago

HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Adu Kemampuan

HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…

3 hari ago

PSPS Pekanbaru Tantang PSIS di Laga Pembuka Championship 2026/2027

PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…

3 hari ago