Categories: Bengkalis

Belum Dihibahkan Chevron, Pemkab Bengkalis Tak Bisa Rawat Monumen PD-II

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora), mengaku belum mendapatkan pelimpahan kewenangan soal Monumen Perang Dunia Kedua (World War II Victims) yang dibangun oleh PT Chevron Pacific Indonesia di lahan konsesinya.

Sehingga, dalam hal ini Pemkab Bengkalis tak bisa berbuat banyak soal perawatan dan penanganan monumen bersejarah tersebut.

Kepala Disparbudpora Kabupaten Bengkalis H Anharizal mengatakan, dari data yang ditelusuri lewat kepala dinas sebelumnya dan para kepala bidang, bahwa monumen PD-II di Duri tersebut hingga kini belum ada pelimpahannya.

"Belum ada limpahan dari CPI kepada Pemerintah, sehingga kita tak bisa berbuat. Ini dibangun oleh Chevron, kalau belum ada pelimpahan kita gak bisa penganggaran, kalau ada hibahnya baru bisa dianggarkan untuk hal itu, terutama perawatan," kata Anharizal, kepada RiauPos.co, Senin (22/6).

Dalam ini, menurutnya untuk monumen bersejarah tersebut masih ditangani oleh Chevron. Makanya Pemkab Bengkalis sejauh ini tak pernah melakukan prosesi peringatan-peringatan sejarah. "Biasanya kalau ada tugu atau monumen pasti ada peringatannya, itulah sebabnya tadi," ujarnya.

Anharizal menyebut, Pemkab Bengkalis tentu membuka diri untuk perawatan monumen tersebut. Paling tidak, Chevron bisa mengkomunikasikan hal ini dan melimpahkan kewenangan tersebut.

"Untuk perawatan itu tidaklah menghabiskan banyak biaya. Paling dicat setahun sekali dan dirawat lingkungannya secara rutin," tuturnya.

Disamping itu, dirinya juga mengapresiasi pihak Chevron yang sudah ada inisiatif untuk membuat monumen tersebut kala itu, karena sebagian besar yang dimakamkan adalah pejuang kita, pejuang Indonesia.

"Kalau bisa CPI tetap memeliharanya (sebelum dihibahkan, red), nanti kalau mereka mau dijadikan cagar budaya atau wisata sejarah kita usulkan. Kita akan coba konfirmasi ke Chevron juga," ungkapnya.

Pihak Chevron, juga diminta melaporakan segala hal tentang monume itu agar Dinas yang dipimpinnya tahu juga soal sejarah monumen tersebut. "Mungkin ada arsipnya di Chevron, kami akan berkoordinasi. Saya juga akan coba cari tahu lebih detil lagi," ungkap Anharizal. 

 

Laporan: *1/Eka G Putra (Pekanbaru)

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Oknum Guru Diduga Lecehkan Siswi SMAN di Pekanbaru, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Oknum guru di salah satu SMAN Pekanbaru diduga melakukan pelecehan terhadap siswi saat kegiatan sekolah…

2 hari ago

THR Wajib Dibayar H-7 Lebaran, Disnaker Bengkalis dan Kuansing Buka Posko Pengaduan

Disnaker Bengkalis dan Kuansing menetapkan pembayaran THR pekerja paling lambat H-7 Idulfitri 1447 H dan…

2 hari ago

Bukber Ala Timur Tengah, Whiz Prime Hotel Hadirkan Iftar Sahara Mulai Rp115 Ribu

Whiz Prime Hotel Sudirman Pekanbaru hadirkan program Iftar Sahara dengan menu Timur Tengah dan Nusantara…

2 hari ago

Kolaborasi Lawan Stunting, PTPN IV PalmCo Intervensi Gizi Anak di Rokan Hulu

PTPN IV PalmCo melalui Regional III menggulirkan program intervensi stunting bagi 100 anak di Rohul…

2 hari ago

Emosi Dipicu Knalpot Bising, Pria di Inhil Bacok Tetangga Sendiri

Gara-gara knalpot motor bising, seorang siswa di Tempuling, Inhil dibacok tetangganya. Pelaku berhasil ditangkap polisi…

2 hari ago

Aksi Spanduk di Gerbang Sekolah, Kegiatan Belajar di SMPN 2 Batang Peranap Terhenti

Spanduk kecaman terhadap kepala sekolah terpasang di SMPN 2 Batang Peranap. Akibatnya, siswa tak bisa…

3 hari ago