Beberapa ibu rumah tangga membeli daging di Pasar Terubuk Bengkalis, Sabtu (21/2/2026). Memasuki hari ketiga puasa Ramadan, sejumlah bahan pokok di pasaran naik drastis, termasuk harga daging sapi segar yang melonjak sampai Rp170 ribu per kg. Abu Kasim/Riau Pos
BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Memasuki hari ketiga puasa Ramadan, harga bahan pangan di pasar tradisional Pulau Bengkalis melambung tinggi. Bahkan, suasana di Pasar Terubuk Bengkalis yang biasanya ramai saat akhir pekan, justru terlihat sepi pengunjung pada Sabtu (21/2).
Dari pantauan di lapangan, sejumlah lapak penjualan ikan segar tampak kosong dan jumlah pedagang berkurang. Kondisi ini berdampak pada kenaikan harga dan terbatasnya pilihan ikan bagi pembeli. Ikan kembung basah dijual Rp65 ribu per kg dari sebelumnya Rp48 ribu. Ikan tenggiri naik menjadi Rp95 ribu per kg dari Rp65 ribu, sedangkan ikan parang ukuran besar Rp75 ribu dari sebelumnya Rp55 ribu per kg. Jenis ikan lainnya juga mengalami kenaikan signifikan.
Harga daging sapi segar yang telah naik sejak sebelum puasa kini mencapai Rp170 ribu per kg dari sebelumnya Rp150 ribu. Meski di hari biasa pembelinya tidak banyak, pada tiga hari awal Ramadan permintaan meningkat sehingga harga ikut terdongkrak.
Daging kambing juga naik menjadi Rp150 ribu per kg dari Rp140 ribu. Ayam potong utuh dijual Rp37 ribu per kg dari sebelumnya Rp34 ribu, sementara ayam kampung mencapai Rp65 ribu per kg dari Rp50 ribu.
Untuk komoditas cabai, harga cabai merah asal Bukittinggi naik menjadi Rp75 ribu per kg dari Rp55 ribu. Cabai rawit “setan” Rp90 ribu per kg dari sebelumnya Rp75 ribu. Bawang merah dijual Rp46 ribu per kg dan bawang putih Rp38 ribu per kg.
“Semuanya naik. Bawa uang untuk belanja satu pekan tak cukup Rp500 ribu. Cabai Bukittinggi Rp70 ribu per kg, cabai rawit ‘setan’ Rp90 ribu per kg,” keluh Yeni, Sabtu (21/2).
Ia mengaku terkejut karena pada awal Ramadan harga ikan masih normal. Namun di hari ketiga puasa, banyak jenis ikan laut tidak tersedia dan pilihan semakin terbatas.
“Sekarang hanya ada ikan kembung, selar ukuran besar, patin darat, lele jumbo, dan tenggiri yang jumlahnya tak banyak. Jadi tak banyak pilihan,” ujarnya.
Di lapak daging, meski harga mahal, pembeli tetap ramai. Dina, salah seorang pengunjung, mengatakan daging sapi tetap dibeli untuk menambah selera makan keluarga saat berbuka dan sahur.
“Biar ada selera makan saja. Walaupun mahal, belinya tak banyak, cukup untuk dua kali makan,” katanya.
Dina juga mengeluhkan kenaikan harga sayur, cabai, dan bawang. Ia menilai masyarakat harus bijak dalam berbelanja agar kebutuhan tetap terpenuhi.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Bengkalis, Zulpan, mengatakan sebelum Ramadan pihaknya telah melakukan inspeksi dan harga masih normal. Menurutnya, lonjakan saat ini dipengaruhi berkurangnya pasokan serta perubahan pola konsumsi masyarakat selama puasa.
Ia mengimbau pedagang agar menjual dengan harga wajar sesuai modal dan tidak mengambil keuntungan berlebihan agar pembeli tetap mau berbelanja ke pasar. (ksm)
Wako Pekanbaru Agung Nugroho serahkan bantuan Rp100 juta untuk Masjid Jami’ul Barokah saat Safari Ramadan…
Harga cabai merah keriting asal Sumbar di Pasar Rakyat Rengat turun Rp5 ribu menjadi Rp45…
Pekerjaan saya menuntut tenaga fisik yang tidak ringan, terlebih ketika harus bekerja di bawah terik…
Bupati Kampar pimpin langsung penertiban balap liar jelang subuh di Bangkinang demi keselamatan pengguna jalan.
Bazar takjil di Jalan WR Supratman Pekanbaru dipadati warga jelang Magrib, arus lalu lintas melambat.
Hujan deras di Baloi Batam picu banjir lumpur dan kayu gelondongan dari bukit gundul, jalan…