dua-kurir-sabu-dan-ekstasi-divonis-mati
BENGKALIS (RIAUPOS.CO) — Terdakwa M Dahlan alias Lan dan Andi divonis mati majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis. Keduanya kurir atau tukang gendong 10 kg sabu-sabu dan 14.581 butir ekstasi dari Bengkalis tujuan Pekanbaru. Putusan terhadap perkara limpahan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau ini dibacakan Ketua Majelis Hakim Hendah Karmila Devi SH MH didampingi dua hakim anggota, Zia Ul Jannah SH dan Wimmi D Simarmata SH di ruang Cakra, Kamis (16/1) petang.
Sementara itu jaksa penuntut umum (JPU) Jhon Freddy SH dari Kejari Bengkalis. Sedangkan kedua terdakwa didampingi penasihat hukum (PH) dari Posbakum Farizal SH dan Dessry Kurniawati SH. Putusan majelis itu jauh lebih berat dibandingkan dengan tuntutan JPU sebelumnya, yang hanya meminta hakim menghukum 20 tahun penjara. Menurut majelis hakim, kedua terdakwa merupakan aktor penting dalam kasus peredaran barang yang merusak generasi bangsa, antara kurir dengan bandar atau pemodal.
"Sesuai dengan keterangan saksi-saksi yang terungkap dalam persidangan, kedua terdakwa terbukti secara sah dengan sadar melanggar hukum. Oleh karena itu diputuskan dijatuhi hukuman mati," ujar Hendah Karmila membacakan vonis.
Atas putusan majelis itu, PH kedua terdakwa menyatakan banding, sementara JPU, pikir-pikir. "Kami akan mengupayakan banding atas putusan ini," ungkap PH kedua terdakwa.
Sebelumnya, kasus ini terungkap setelah pihak Ditres Narkoba Polda Riau memperoleh informasi dari masyarakat, akan ada narkoba dari Bengkalis ke Pekanbaru. Terdakwa Dahlan yang sudah menjadi target operasi (TO) petugas berhasil diringkus, Selasa (2/7/2019) sekitar pukul 21.30 WIB oleh Tim Ditres Narkoba Polda Riau di salah satu warung makan di Kelurahan Sungai Pakning, Kecamatan Bukitbatu, Bengkalis.
Setelah tertangkap, petugas menginterogasi Dahlan, di mana menyimpan sabu-sabu itu dan diakuinya bahwa barang itu disimpan terdakwa Andi di rumahnya. Selanjutnya, tim Ditres Narkoba Polda Riau menyeberang ke Bengkalis dan menunjukkan rumah terdakwa Andi, Rabu (3/7/2019) sekitar pukul 00.30 WIB. Selain meringkus Andi di rumahnya, petugas kepolisian juga menyita barang bukti berupa sabu-sabu disimpan di dapur rumah dalam kotak kardus dikemas dalam 10 bungkus plastik warna hijau berat bersih 9.793,51 gram.
Kemudian satu bungkus jenis pil ekstasi warna hijau muda berlogo spongbob diketahui berat bersihnya 918,63 gram atau lebih kurang 2.870 butir. Lalu, dua bungkus jenis pil ekstasi warna hijau muda berlogo minion berat bersih seluruhnya 2.830,89 gram atau lebih kurang 8.846 butir. Lalu, satu bungkus jenis pil ekstasi warna cokelat berlogo bintang berat bersih 1.031,24 gram atau lebih kurang 2.865 butir.(esi)
Pemko Pekanbaru memastikan program berobat gratis UHC terus berlanjut dengan anggaran Rp111 miliar setelah tunggakan…
Menkeu Purbaya menyebut APBN bisa tanpa defisit, namun berisiko besar bagi ekonomi. Defisit 2025 dijaga…
DPRD Pekanbaru mendukung Satgas Penertiban Kabel FO tetap bekerja meski perda belum disahkan demi keselamatan…
Sekda Inhu menegaskan tidak ada toleransi bagi ASN yang terlibat narkoba dan mendukung penuh proses…
Jonatan Christie menjadi satu-satunya wakil Indonesia di perempat final Malaysia Open 2026 dan siap menghadapi…
Pemkab Kepulauan Meranti mulai mencairkan gaji ASN dan PPPK Januari 2026 serta tunda bayar 2024…