Categories: Bengkalis

Kasek di Mandau Akui Kupon Jahit Baju

DURI (RIAUPOS.CO) — Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2022 khususnya tingkat SMA sederajat sudah berakhir pekan lalu. Namun PPDB kali ini banyak dikeluhkan orang tua calon siswa. Karena dinilai pihak panitia membuat hal-hal untuk mendapatkan keuntungan dari orang tua atau wali murid seperti pembuatan baju seragam.

Saat ini yang menjadi sorotan hangat tentang masyarakat, seperti di SMA Mandau para orang tua peserta didik baru mengakui kaget setelah mendapatkan sebuah kupon, untuk penunjukkan satu tempat jahit di Kota Duri, Kecamatan Mandau, Bengkalis.

"Kami para wali murid senang karena anak kami sudah diterima di sekolah ini, begitu panitia memanggil, kami fikir dapat bantuan ternyata kertas berbentuk kupon sebagai petunjuk di sini tempat jahit baju sekolah," ujar salah seorang wali siswa  SMAN di  Mandau.

Menurutnya, semua wali murid yang anaknya diterima di salah satu SMAN di Mandau ini tau dan semua dapat kupon tersebut. Ditambahkannya, dikupon tersebut juga ada nama tempat jahit baju, jadi pihaknya harus menjahit bajunya ke sana.

Kepala SMAN 2 Mandau Haem Basrian saat dikonfirmasi melalu telepon selulernya mengakui adanya hal tersebut.

"Sebenarnya untuk masalah kupon tersebut sudah ada kesepakatan dengan orang tua atau wali murid peserta didik baru, namun tidak kita paksakan," ujarnya.

Menurutnya, pihak sekolah memberikan kebebasan kepada orang tua maupun wali siswa untuk memilih tempat jahit di mana saja, namun harus sama warna dan modelnya dengan seragam di SMA Negeri 2 Mandau agar tidak ada perbedaan.

Sementara itu, di tempat terpisah Kasatreskrim AKP Muhammad Reza saat diminta tanggapannya terkait hal tersebut menyebutkan yang benar sesuai kesepakatan orang tua dan sekolah saja seperti apa.

"Jika tak sesuai kesepakatan berarti mungkin ada sesuatu. Tapi kalau untuk jelasnya, coba detail jelaskan ke Pak Hasan, Kanit Tipikor ya," ujarnya singkat.

SedangkannKanit Tipikor Polres Bengkalis, Ipda Hasan Basri menjelaskan, itu tergantung kesepakatan antara komite sekolah dengan pihak orangtua maupun wali siswa. Biasanya ada rapatnya.

"Kita pra penyelidikan (Lidik) dulu, memastikannya," ujar Hasan.

Laporan: Abu Kasim (Mandau)
Editor: Rinaldi

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Aktivitas Tambang Ilegal Dibongkar, Lima Rakit PETI Dibakar Polisi

Polsek Kuantan Mudik menertibkan PETI di areal PT KTBM dan memusnahkan lima rakit tambang ilegal…

21 jam ago

Bengkalis Usulkan 5 Lokasi Sekolah Nasional Terintegrasi, Kecamatan Ini Jadi Sorotan

Pemkab Bengkalis mengusulkan lima lokasi pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dengan konsep pendidikan terpadu bertaraf internasional.

21 jam ago

Keluhan Warga Meningkat, Wabup Rohul Minta PLN Benahi Pasokan Listrik

Wabup Rohul meninjau UPTD PAB Ujungbatu dan meminta PLN segera menstabilkan pasokan listrik demi layanan…

21 jam ago

3.000 Peserta dan 12 Mobil Hias Semarakkan Pawai Waisak di Pekanbaru

Pawai Waisak di Pekanbaru berlangsung meriah dengan 3.000 peserta dan 12 mobil hias meski sempat…

24 jam ago

Kasus Sadis Sopir Truk Minyakita di Pekanbaru Terungkap, Rekan Kerja Jadi Otak Pelaku

Polisi mengungkap kasus pembunuhan sopir truk Minyakita di Pekanbaru. Rekan kerja korban diduga menjadi otak…

1 hari ago

Jalan Pasar Modern Telukkuantan Mulai Diperbaiki, Warga Sambut Gerak Cepat PUPR

PUPR Kuansing mulai memperbaiki Jalan Pasar Modern Telukkuantan yang rusak dan berlubang menjelang Iduladha.

2 hari ago