Categories: Bengkalis

Ziarahi Makam Tua Diusulkan Jadi Objek Wisata Religi

BENGKALIS (RIAUPOS.CO)  – Bupati Bengkalis Kasmarni bakal menjadikan makam- makam tua di Pulau Bengkalis sebagai objek wisata riligi. Karena banyak makam-makam ulama karismatik yang belum digarap maksimal.
Pernyataan itu disampaikan Bupati Bengkalis usai melakukan ziarah di kompleks makam tua di Desa Pangkalan Batang, Kecamatan Bengkalis, Selasa sore (14/12/2021).
Ziarah yang dilakukan Bupati bersama Kapolres Bengkalis, sekaligus melihat langsung makam yang diketahui salah satu pusaranya merupakan habait dan memiliki peran dalam penyebaran Islam di Bengkalis pada zaman dahulu.
Makam yang dikunjungi Bupati Kasmarni adalah makam Habib Abdurochman bin Yasin Ba’alawi. Namun secara jelas informasinya belum diketahui, tetapi ulama ini didapati informasinya hidup di tahun 1700 masehi.
Ziarah Bupati Bengkalis bersama sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah Bengkalis dan masyarakat setempat ini dipandu oleh Abah Guru Ahmad Fadhli Inayatullah, pimpinan Majelis Ilmu dan Amal Al Burdah Baa Khaalish 2002.
Usai berdzikir dan berdoa, Bupati Kasmarni juga menyiram air dan menabur bunga ke pusara. Bupati juga sempat melakukan diskusi pembicaraan ringan terkait kompleks makam dengan sekitar 60 pusara ini.
“Insyaallah kami akan memberikan perhatian terhadap makam ini dan akan kita jadikan objek wisata religi. Ini adalah bukti bahwa orang-orang tua kita terdahulu sangat banyak memperjuangkan agama dan negeri dan kita mesti mengenang dan menghargai serta mencontohi mereka,” ujarnya.
Kepada beberapa pihak, seperti Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, Edi Sakura, Bupati meminta untuk mencari informasi tentang siapa dan bagaimana sejarahnya yang ada di komplek pusara tersebut.
“Begitu juga kepada seluruh tokoh agama, tokoh adat dan masyarakat. Kami mengharapkan informasi-informasi seputar makam ini. Siapa sebenarnya mereka dan bagaimana kisah perjalanan orang-orang tua terdahulu di wilayah Desa Pangkalan Batang,” harapnya.
Bupati Kasmarni juga bertekad untuk mengembangkan kawasan itu salah satunya menjadikan pusat wisata religius.
“Dari informasi yang kita dapat, para penziarah ternyata selama ini banyak dari luar Kabupaten Bengkalis. Tentu kita tidak mau ini terbiarkan dan akan kita upayakan untuk kita rawat dan kembangkan sehingga berdampak positif bagi salah satunya pertumbuhan ekonomi masyarakat tempatan,” terangnya
Laporan:  Abu Kasim, (Bengkalis)
Editor: Erwan Sani

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Gajah Diego Mati di PLG Minas, Kematian Gajah Kelima di Riau Sepanjang 2026

Gajah jinak bernama Diego (17) mati di PLG Minas akibat infeksi pencernaan kronis. Ini menjadi…

21 jam ago

SMAN 1 dan Darma Yudha Siap Bentrok di Final Putri HSBL 2026 Pekanbaru

Sektor putri SMAN 1 Pekanbaru dan SMA Darma Yudha sukses melaju ke partai final HSBL…

21 jam ago

Sekda Nonaktif Kuansing Didakwa Suap Bupati Dua Mobil Mewah Demi Muluskan Jabatan

Sekda nonaktif Kuansing Zulkarnain didakwa menyuap Bupati nonaktif Suhardiman Amby dengan dua mobil mewah demi…

22 jam ago

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

2 hari ago

DPRD Kepulauan Meranti Jadwalkan Pengesahan Dua Ranperda

DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…

2 hari ago

Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…

2 hari ago