Categories: Bengkalis

Kapolres: Perayaan Imlek Wajib Prokes

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) — Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan SIK MT menerjunkan puluhan personel di perayaan Imlek, Jumat (12/2). Personel itu akan mengawal disiplin protokol kesehatan warga Tionghoa saat melaksanakan ibadah di klenteng. Per klenteng diturunkan sekitar 50 personel.

"Kita sudah kordinasi dengan pihak kelenteng untuk memastikan warga sebelum masuk ke tempat persembahyangan antrean di tenda. Jika tenda penuh kita batasi untuk masuk," ucap Kapolres, Kamis (11/2).

Menurut Kapolres, untuk memastikan warga Bengkalis yang merayakan Imlek tetap disiplin protokol kesehatan demi menekan penyebaran covid-19.

Hendra Gunawan menyebutkan, pengamanan dipusatkan di klenteng yang menjadi lokasi ibadah seperti Vihara Hok Ann Khiong. "Kita melakukan ini bersama TNI dan Polri. Di sini yang menjadi pusat tentu Vihara Hok Ann Kiong. Personel yang kita libatkan sekitar 50 orang secara bergantian," jelasnya lagi.

Ditambahkan, dalam perayaan Imlek Tahun ini warga Thionghoa tidak menggelar pawai. Namun tetap melaksanakan kegiatan semah di sejumlah titik.

"Imlek ini berlangsung dari tanggal 12 sampai cap go meh, mereka tidak akan melaksanakan kegiatan pawai seperti biasanya mengingat kondisi. Namun tetap melaksanakan kegiatan semah di lokasi tertentu," pungkas AKBP Hendra Gunawan.

Meskipun tidak ada perayaan khusus, namun Klenteng Hok Ann Kiong tetap berbenah dan terlihat meriah. Lampion banyak terpasang di sekeliling kelenteng. Warna merah mendominasi sekeliling bangunan bersejarah bagi warga Tionghoa di Bengkalis itu.

Sejak pagi, Kamis (11/2) beberapa warga Tionghoa mulai mendatangi klenteng untuk bersembahyang dan berdoa. Terlihat warga melaksanakan ibadah dengan antrean dan tidak ada keramaian. Bahkan berdekatan dengan klenteng disiapkan tenda.

Menurut Humas Vihara dan Klenteng Hok Ann Kiong Bengkalis Herman Kesuma, perayaan tahun ini kegiatan Imlek hanya difokuskan pada kegiatan ritual sembahyang saja. "Sementara kegiatan lainnya seperti tahun-tahun sebelumnya kita tiadakan," terang Herman.

Herman mengimbau agar masyarakat keturunan Tionghoa Bengkalis merayakan Imlek di tahun ini dengan sesederhana mungkin. Tujuan perayaan yang sederhana ini mendukung pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Laporan: Erwan Sani (Bengkalis)
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Bau Menyengat Sampah dan Bangkai, Jalan Pelajar Bagan Batu Dikeluhkan Warga

Jalan Pelajar Bagan Batu dipenuhi sampah dan bangkai hingga menimbulkan bau menyengat. Warga mendesak pemerintah…

6 jam ago

Aryaduta Pekanbaru Hadirkan Pengalaman Iftar Khas Arab dengan 101 Menu

Aryaduta Hotel Pekanbaru menghadirkan paket Iftar Arabic Delight dengan 101 menu Nusantara dan Arab, lengkap…

7 jam ago

Dukung Green City, Pemko Pekanbaru Genjot Pembersihan 900 Km Drainase

Pemko Pekanbaru menargetkan pembersihan 900 km drainase dan saluran air tahun ini untuk mendukung program…

7 jam ago

Bupati Rohul Tebar 3.000 Bibit Ikan di Lubuk Larangan Kabun, Dukung Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Bupati Rohul menebar 3.000 bibit ikan di Lubuk Larangan Desa Kabun untuk mendukung ketahanan pangan,…

8 jam ago

Pengelolaan Aset Dinilai Produktif, UIN Suska Riau Sabet Penghargaan KPKNL

UIN Suska Riau meraih penghargaan Terbaik III Produktivitas BMN 2025 dari KPKNL Pekanbaru atas komitmen…

9 jam ago

Kasus Penembakan Gajah di Pelalawan Jadi Atensi Khusus Kapolda Riau

Polda Riau memburu pelaku penembakan gajah Sumatera di Ukui. Polisi menemukan proyektil peluru dan memeriksa…

11 jam ago