Categories: Bengkalis

Disdik Bengkalis Catat 3.500 Anak Putus Sekolah Sepanjang 2024-2025

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Kondisi pendidikan di Kabupaten Bengkalis saat ini menghadapi kesenjangan. Dinas Pendidikan (Disdik) Bengkalis mencatat jumlah anak putus sekolah selama periode 2024 hingga 2025 mencapai sekitar 3.500 siswa dari seluruh jenjang pendidikan. Angka tersebut didominasi oleh anak yang putus sekolah pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Sekretaris Disdik Bengkalis, Muthu Saily, menjelaskan tingginya angka putus sekolah disebabkan berbagai faktor, terutama kondisi ekonomi keluarga. Sebagian besar anak yang putus sekolah merupakan lulusan SMP yang tidak melanjutkan ke jenjang SMA karena harus membantu orang tua memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Menurutnya, banyak anak yang memilih bekerja membantu orang tua, seperti bekerja di kebun, ladang, menoreh karet, hingga ikut melaut untuk menambah penghasilan keluarga.

Ia menambahkan, jenjang SMP menjadi tingkat pendidikan dengan angka putus sekolah tertinggi. Hal ini terjadi karena pada usia tersebut anak sudah dianggap mampu bekerja dan membantu ekonomi keluarga.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah daerah terus mendorong peran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di setiap desa di Kabupaten Bengkalis. Keberadaan PKBM dinilai sangat membantu dalam menekan angka buta aksara sekaligus memberikan alternatif pendidikan bagi anak yang putus sekolah.

PKBM memberikan layanan pendidikan nonformal, baik untuk mengatasi buta aksara maupun melalui program Paket A, Paket B, dan Paket C.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah, setiap tahun dialokasikan anggaran bantuan pendidikan sekitar Rp1 miliar untuk tutor atau tenaga pendidik di seluruh PKBM di Kabupaten Bengkalis.

Pihak Disdik juga berharap orang tua dapat lebih peduli terhadap pendidikan anak. Pemerintah menegaskan tidak ada alasan biaya pendidikan, karena pemerintah telah menanggung biaya pendidikan di semua jenjang. (hen)

Redaksi

Recent Posts

Adab di Atas Ilmu (Urgensi Pendidikan Karakter di Era Modern)

​Fenomena “pintar tetapi tidak benar” semakin marak terjadi. Sebagai contoh, seorang teknokrat atau ahli teknologi…

16 menit ago

Rayakan 30 Tahun IVF, Mahkota Medical Center Perkuat Layanan Fertilitas untuk Pasangan Indonesia

Mahkota Medical Center merayakan 30 tahun layanan IVF dengan gathering pasien di Pekanbaru serta edukasi…

43 menit ago

BRI Konsisten Jadi Sponsor Fun Bike Riau Pos, Tegaskan Hubungan Kemitraan Erat

BRI mendukung Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai bentuk sinergi kemitraan. Hubungan kedua perusahaan disebut…

3 jam ago

Tembus Pasar Dunia, 1.217 UMKM Catat Transaksi Rp2 Triliun Lebih di 2025

Sebanyak 1.217 UMKM berhasil menembus pasar ekspor pada 2025 dengan transaksi 134,87 juta dolar AS…

3 jam ago

PCR dan Univrab Resmi Kerja Sama dengan MAN 2 Pekanbaru, Ini Fokus Programnya

PCR dan Univrab teken MoU dengan MAN 2 Pekanbaru untuk pengembangan multimedia, kesehatan siswa, hingga…

4 jam ago

Jelang Imlek dan Ramadan, Siak Siapkan Aturan Ketat: Petasan hingga Ceramah Disorot

Pemkab Siak rekomendasikan pembatasan petasan, pengawasan THM, dan ceramah bebas ujaran kebencian jelang Imlek dan…

4 jam ago