Categories: Riau

Syamsuar Langsung ‘Dijegal’, Pengamat: Wajar

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Beberapa saat jelang berakhirnya pendaftaran penjaringan bakal calon Ketua Umum DPD I Partai Golkar Provinsi Riau, Tim Steering Comittee (SC) Musda Golkar pun menerima laporan dari organisasi sayap partai, Jumat (28/2/2020) sekitar pukul 16.58 WIB. Langkah ini dinilai sebagai upaya menjegal salah seorang bakal calon, yakni Syamsuar.
Munas DPP Golkar berujung aklamasi dengan segala dinamika yang terjadi Desember 2019 lalu. Saat itu menempatkan Airlangga Hartarto melanjutkan kepemimpinan. DPD I Partai Golkar Provinsi Riau menindaklanjuti munas dengan melakukan musda yang digelar 1-2 Maret besok. Salah satu agendanya memilih kepemimpinan baru, setelah hampir satu periode kepengurusan dipimpin H Arsyadjuliandi Rachman.
Pendaftaran penjaringan ditutup Jumat pukul 17.00 WIB. Dua bakal calon resmi mendaftar. Ketua Umum definitif, Andi Rachman (sapaan akrab H Arsyadjuliandi Rachman) dan Gubernur Riau definitif H Syamsuar. Jelang pendaftaran berakhir, beberapa organisasi sayap partai menyambangi panitia dalam hal ini SC.
"Laporan ini kami terima untuk membantu kami memverifikasi ke PAN tentunya. Karena masuknya laporan tentang keanggotaan Syamsuar sebagai kader PAN dilengkapi bukti-bukti," kata anggota SC Musda DPD I Partai Golkar Provinsi Riau Aprizon dikonfirmasi Riau Pos Jumat (28/2/2020) sore.
Beberapa organisasi sayap partai seperti Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), dan Al Hidayah. Pantauan Riau Pos di lokasi, tampak beberapa organisasi ini menyerahkan berkas berupa foto dan data tentang keanggotaan Syamsuar di PAN.
Foto seperti pemasangan jaket biru khas PAN kepada Syamsuar yang langsung dilakukan oleh Ketum DPP PAN Zulkifli Hasan didampingi Ketua DPW PAN Riau Irwan Nasir. Juga berkas berupa kartu anggota Syamsuar di partai berlambang matahari tersebut.
Atas laporan tersebut, SC lanjut Aprizon, bakal menindaklanjuti sesuai aturan partai. Khususnya Juklak 02/DPP/Golkar/2020 perihal pelaksanaan musda. Di mana seluruh berkas pendaftaran penjaringan akan dilakukan verifikasi teknis administrasi dan faktual.
"Kalau laporan yang ada juga sama (dengan formulir pendaftaran penjaringan, red), SC akan melakukan verifikasi administrasi dan faktual, termasuk dengan mengkonfirmasi langsung ke DPW PAN Riau," bebernya.
Langkah verifikasi ini, menurut Aprizon, bakal dilaksanakan Sabtu (29/2/2020) ini. Disinggung apakah langsung diumumkan hasil verifikasi dan siapa bakal lolos menjadi calon ketua Golkar Riau nantinya, menurut tim SC, hal tersebut sangat mungkin. “Besok kita verifikasi faktual langsung,” jelasnya.
Laporan ini kami terima untuk membantu kami memverifikasi ke PAN, sebagai keanggotaan Syamsuar sebagai kader PAN, berupa foto-foto dan data perihal keanggotaan dimaksud. SC perihal ini akan melakukan verifikasi administrasi dan faktual, termasuk dengan konfirmasi langsung ke DPW PAN Riau Sabtu (29/2/2020) ini.
Sementara itu menurut pengamat politik Tito Handoko, melihat fenomena perebutan kursi ketua Golkar ini menarik disimak. Karena sebagai salah satu partai besar, jelang musda, menurutnya kandidat Ketua DPD Golkar Riau tentu saja harus kader partai. Sehingga sangat wajah jika ada organisasi sayap yang tidak bekenan dipimpin bukan kader loyal partai.
"Wajar jika para organisasi sayap Golkar mempertanyakan status keanggotaan Syamsuar sebagai kader partai lain. Para Pengurus Golkar tidak mau kecolongan masuknya kader partai lain dalam jabatan elit Ketua DPD Golkar Riau yang akan mengganggu jalannya konsolidasi partai menjelang Pilkada serentak 2020," bebernya.
Menurut dosen Fisipol Unri ini, tak elok Syamsuar mendaftar sebagai ketua Golkar sementra status dirinya tidak pernah diungkapkan ke publik. Misalnya menurut Tito pakah masih berstatus sebagai kader PAN atau sudah mundur. Kalaupun sudah mundur, menurutnya sudah sepatutnya Syamsuar tidak perlu mendaftar sebagai ketua DPD Golkar Riau.
"Karena Syamsuar sendiri pernah menentang keputusan DPP Golkar tentang pencalonan calon kepala daerah pada 2018 lalu. Simpelnya Syamsuar secara politik pernah tidak mematuhi atas keputusan partai kemudian keluar dan mau masuk lagi," tegasnya.
Perihal ini Ketua Tim Pemenangan Syamsuar pada pertarungan musda, Indra Gunawan yang coba dikonfirmasi Riau Pos Jumat sore belum mau berkomentar. "Nanti dulu ya," singkat Indra Gunawan.
Laporan: Eka Gusmadi Putra
Editor: Erizal
Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

15 jam ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

15 jam ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

21 jam ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

21 jam ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

1 hari ago

Persidangan Korupsi Kuansing Ungkap Mantan Kabag Umum Punya Rekening Rp2,9 Miliar

Persidangan perkara korupsi mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap transaksi bernilai total Rp2,9 miliar di dua…

1 hari ago