Categories: Riau

Antisipasi Penyelewengan, Polri Pantau Setiap SPBU

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) —  Surat edaran BPH Migas Nomor 3865.E/Ka BPH/2019 tentang pengendalian kuota jenis bahan bakar minyak (BBM) tertentu (JBT) mulai berdampak. Sejumlah kendaraan yang mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis tertentu seperti solar, premium di SPBU di Kota Pekanbaru dan sekitarnya mulai mengantre.

 

Seperti yang terpantau di SPBU Jalan HR Soebrantas, dekat Pondok Pesantren Babussalam, panjang antrean kendaraan roda dua dan roda empat yang mengisi premium, Kamis (26/9) petang sampai ke badan jalan HR Soebrantas. Kondisi yang sama juga terlihat di SPBU Jalan HR Soebrantas depan Pasar Pagi Panam dan juga SPBU Jalan Pekanbaru-Bangkinang, persisnya di Desa Rimbo Panjang.

Untuk mengawasi agar tidak terjadi penyimpangan dalam penyaluran BBM bersubsidi ini, Polda Riau akan segera melakukan koordinasi dengan Pertamina selaku pihak penyedia BBM. Hal tersebut ditegaskan oleh Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto.

"Setiap hari Polri akan melakukan monitor terhadap perkembangan sembilan bahan pokok di pasaran. Jika ada indikasi penyelewengan, maka Polri akan mendalaminya. Dan jika cukup bukti akan diambil tindakan hukum,"ujarnya.

Ia menegaskan, Polri juga terus melakukan patroli rutin ke SPBU setiap hari. "Jika terjadi hambatan terkait kelancaran distribusi BBM, prinsipnya Polri siap memberikan pengawalan/pengamanan. Yang jelas sedang ada MoU antara Pertamina dengan Polri,"terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, saat ini, penyaluran bahan bakar premiun dan solar oleh Pertamina sudah melebihi jumlah kuota yang ditetapkan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Dengan kondisi tersebut, Provinsi Riau bakal terancam mengalami kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jelang akhir tahun. Namun, Unit Manager Comunicatin & CSR Pertamina MOR I mengaku, belum dapat memastikannya.

Unit Manager Comunication & CSR Pertamina MOR I, Roby Hervindo sebelum kepada Riau Pos menjelaskan, sepanjang Januari hingga Juli 2019, Pertamina telah menyalurkan sebanyak 453 juta liter solar dan 455 juta liter premiun untuk memenuhi konsumsi di Provinsi Riau. Jumlah itu diakuinya telah melampaui kuota, yakni untuk solar 384 juta liter dan premiun 353 juta liter.

"Penyaluran BBM subsidi di Riau sudah melebihi kuota yang ditetapkan BPH Migas. Kelebihan salur solar sebanyak 18 persen dan premium sebesar 29 persen dari kuota," ungkap Roby.(dof)

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Langgar Aturan Keimigrasian, Seorang Perempuan WN Malaysia Dideportasi dari Pekanbaru

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pekanbaru menindak tegas WN Malaysia berinisial MMM dengan sanksi deportasi…

16 jam ago

Titik Api Baru Muncul di Batang Gansal, Tim Gabungan Berpacu Padamkan Karhutla Inhu

Titik Karhutla baru melanda 20 hektare lahan di Batang Gansal, Inhu. Upaya pemadaman tim gabungan…

16 jam ago

Galodo Terjang Solok: Kantor Bupati Hingga Jalur Utama Solok-Padang Lumpuh Total

Banjir bandang (galodo) menerjang Kabupaten Solok pada Senin malam. Akses jalan utama Solok-Padang lumpuh total…

16 jam ago

Tujuh Pejabat Utama dan Kapolsek di Polres Kuansing Resmi Berganti

Tujuh posisi strategis di Polres Kuansing resmi berganti melalui sertijab yang dipimpin Kapolres AKBP Hidayat…

16 jam ago

Sertijab di Polres Rohul: Kasat Lantas dan Dua Kapolsek Resmi Berganti

Tiga posisi strategis di Polres Rohul resmi berganti. Kasatlantas serta Kapolsek Kunto Darussalam dan Rambah…

18 jam ago

Ukir Prestasi di Malang, MAN 1 Pekanbaru Rebut Medali Perak OSN 2026

Siswa MAN 1 Pekanbaru berhasil memboyong medali perak bidang Informatika dan predikat Best Business Case…

20 jam ago