Categories: Riau

Air Sungai Muara Kuku Diduga Tercemar Limbah PKS

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) — Kondisi air Sungai Muara Kuku yang berada di Desa Kepenuhan Barat Mulia, Kecamatan Kepenuhan dalam sepekan terakhir, warnanya berubah menjadi kehitaman dan air sungai yang berbusa serta menimbulkan bau. Diduga air Sungai Muara Kuku tercemar dari pembuangan limbah cair Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT ES yang beroperasi di hulu sungai Muara kuku.

Pimpinan Pondok Pesantren Nizammudin H Zulkifli Said kepada wartawan, Kamis (25/7) menyebutkan, aliran Sungai Muara Kuku di Desa Kepenuhan Barat Mulia dan sekitarnya diduga tercemar limbah dari pembuangan PKS yang beroperasi di daerah tersebut.

Karena kondisi air sungai warnanya berubah menjadi kehitaman. Bahkan air sungai yang selama ini dimanfaatkan oleh ratusan santri Ponpes Nizammudin yang selama ini memanfaatkan untuk mandi dan mencuci piring, dengan tercemarnya air sungai itu, tidak bisa dimanfaatkan.

‘’Dengan tercemarnya air sungai itu, anak-anak Ponpes sudah kita larang menggunakan air, untuk mandi dan mencuci piring dan baju,’’sebutnya.

Menyikapi laporan itu, tim dari DLH Rohul langsung turun ke lokasi Sungai Muara Kuku yang disaksikan oleh masyarakat dan pihak perusahaan. Dan dari lokasi terbukti terlihat ratusan ikan mati, akibat limbah PKS PT ES yang mengalir ke sungai.

‘’Dugaan pencemaran air Sungai Muara Kuku akibat Limbah PKS, kami  minta DLH menindak tegas perusahaan sesuai aturan,’’ tuturnya.

Sementara Kepala DLH Rohul Drs Hen Irpan MSi melalui Kasi Pengaduan DLH Rohul Adriyadi mengaku telah turun ke lokasi dan mengambil sampel di kolam limbah dan tumpukan tangkos serta air Sungai Muara Kuku yang diduga tercemar dari limbah PKS PT Era Sawita.

‘’Saat ini kita belum bisa memastikan, kejadian matinya ikan di Sungai Muara Kuku akibat limbah PKS PT ES. Untuk memastikan penyebabnya, kita harus menunggu hasil laboratoriun sekitar 14 hari ke depan, apakah dari kolam limbah atau dari tumpukan tangkos disamping PKS PT ES.

Sementara Pimpinan PKS PT ES Jusmadi kepada wartawan, Kamis, (26/7) menerangkan, dugaan pencemaran air Sungai Muara Kuku berasal dari  PKS PT ES, bukan dari kolam limbah atau kolam Ipal, tapi melainkan dari tumpukan tangkos TBS kelapa sawit yang betada di samping perusahaan yang telah dibakar.

Kemudian terjadi hujan lebat, sehingga air tongkos itu mengalir ke aliran anak sungai. Kejadian itu, tidak ada faktor kesengajaan, melaikan faktor alam akibat hujan deras.(adv)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Buron ke Sumut, Dalang Pembakaran Jaring Nelayan di Rohil Akhirnya Ditangkap

Terduga dalang pembakaran jaring nelayan di Panipahan, Rohil, ditangkap polisi setelah buron ke Sumatera Utara.

11 jam ago

Antrean BBM Mengular, Pemprov Riau Ajukan Tambahan 99.700 KL Biosolar

Pemprov Riau mengajukan tambahan kuota 99.700 KL biosolar dan 99.556 KL pertalite karena kebutuhan BBM…

12 jam ago

Riau Pos-HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Bertanding

Sebanyak 46 tim siap bertanding di Riau Pos-Honda Student Basketball League 2026 Pekanbaru Series pada…

12 jam ago

PLN Rengat Resmikan SPKLU di Bank Mandiri, Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik

PLN UP3 Rengat meresmikan SPKLU di Bank Mandiri Rengat untuk memudahkan pengisian daya sekaligus mendorong…

12 jam ago

Pemko Pekanbaru Targetkan Seragam Gratis Rampung Dibagikan Oktober

sebanyak 20.800 murid SD dan SMP Negeri di Pekanbaru akan menerima seragam gratis. Penyaluran ditargetkan…

13 jam ago

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, 34 Pesawat dari Pekanbaru Batal

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengganggu penerbangan Pekanbaru-Jakarta. Sebanyak 34 penerbangan dari Bandara SSK II…

13 jam ago