Categories: Riau

Harapkan Pemerintah Gratiskan Tes Covid-19

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sekolah-sekoah agama, khususnya pondok pesantren (ponpes) diharuskan melaksanakan tes bebas Covid-19, sebelum pembelajaran berlangsung. Banyak pihak dari fasilitas kesehatan mendatangi ponpes untuk menawarkan jasa tes Covid-19 dengan harga bervariasi.

Pimpinan Ponpes Tahfizh Darul Quran Syaiful Asro Dalimunthe MA mangaku sempat kebingungan, terlebih harga yang ditawarkan berbeda dan tidak ditanggung oleh pemerintah.

“Kami ditawarkan harga dari Rp210 ribu, tapi negosiasi terus dan akhirnya bisa Rp100 ribu. Kami sudah melaksanakan rapid test, setiap santri wajib rapid, yang reaktif disuruh pulang,” ucapnya.

Syaiful mengaku kebijakan ini cukup memberatkan, te­rutama bagi walisantri, terlebih banyak biaya-biaya lain yang harus ditanggung oleb walisantri, seperti bayar uang ujian, uang sekolah, dan lain-lain.

Ia berharap pemerintah baik itu Kementerian Agama (Kemenag) maupun lainnya, memberikan kebebabasan ke pengelola pendidikan terkait antisipasi Covid-19. Ia juga yakin pihak ponpes bisa mengatasi hal tersebut, terlebih di dalam pondok pesantren juga telah ada dokter yang kompeten.

“Kami juga punya dokter di ponpes. Tak usah terlalu mengintervensi kami,” ujarnya.

Selain itu, Syaiful juga berharap agar pemerintah juga mampu meringankan beban wali santri dan ponpes, salah satunya dengan menggratiskan biaya untuk tes bebas Covid-19.

“Kami berharap, pemerintah menggratiskan biaya rapid test untuk ponpes dan santri,” tukasnya.

Syaiful mengaku, pihaknya saat ini belum mendapatkan informasi terkait vaksinasi di ponpesnya. “Belum ada info tekait vaksinasi untuk ponpes kami,” tukasnya.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil), Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau Drs H Mahyudin MA menyarankan agar harga pelaksanaan rapid test bagi pondok pesantren bisa diseragamkan agar tidak terjadi kebingungan oleh pihak pengasuh Ponpes.  

“Kalau menurut kami harganya bisa diseragamkan sajalah. Itu saran kami kepada penyelenggara rapid. Kami  tidak bisa memberikan imbauan karena ini bukan wilayah Kanwil Kemenag Riau,” ujarnya.(anf/dof)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Oknum Guru Diduga Lecehkan Siswi SMAN di Pekanbaru, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Oknum guru di salah satu SMAN Pekanbaru diduga melakukan pelecehan terhadap siswi saat kegiatan sekolah…

2 hari ago

THR Wajib Dibayar H-7 Lebaran, Disnaker Bengkalis dan Kuansing Buka Posko Pengaduan

Disnaker Bengkalis dan Kuansing menetapkan pembayaran THR pekerja paling lambat H-7 Idulfitri 1447 H dan…

2 hari ago

Bukber Ala Timur Tengah, Whiz Prime Hotel Hadirkan Iftar Sahara Mulai Rp115 Ribu

Whiz Prime Hotel Sudirman Pekanbaru hadirkan program Iftar Sahara dengan menu Timur Tengah dan Nusantara…

2 hari ago

Kolaborasi Lawan Stunting, PTPN IV PalmCo Intervensi Gizi Anak di Rokan Hulu

PTPN IV PalmCo melalui Regional III menggulirkan program intervensi stunting bagi 100 anak di Rohul…

2 hari ago

Emosi Dipicu Knalpot Bising, Pria di Inhil Bacok Tetangga Sendiri

Gara-gara knalpot motor bising, seorang siswa di Tempuling, Inhil dibacok tetangganya. Pelaku berhasil ditangkap polisi…

2 hari ago

Aksi Spanduk di Gerbang Sekolah, Kegiatan Belajar di SMPN 2 Batang Peranap Terhenti

Spanduk kecaman terhadap kepala sekolah terpasang di SMPN 2 Batang Peranap. Akibatnya, siswa tak bisa…

3 hari ago